Kemenangan Mutlak Gibran yang di Bawah Target

Seperti sudah banyak diprediksi sebelumnya, putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, berhasil menang di Pilwalkot Solo versi quick count sejumlah lembaga. Gibran dan pasangannya Teguh Prakosa menang telak atas pasangan Bagyo Wahyono dan FX Supardjo.
Berdasarkan hasil quick count Pilwalkot Solo lembaga Charta Politika, Rabu (9/12), hingga pukul 16.37 WIB, data masuk 100 persen, pasangan Gibran-Teguh unggul dengan perolehan 87,15 persen. Sementara Bagyo-Supardjo, hanya mengantongi 12,85 persen suara.
Hasil hitung cepat DPC PDIP Solo juga menempatkan keunggulan Gibran-Teguh di angka 85,07 persen atau 172.705 suara. Sementara itu, Bagyo-Supardjo meraih 14,93 persen suara atau 30.321 suara.
Meski menang telak, namun kemenangan Gibran di bawah target yang ditetapkan. Awalnya, Gibran-Teguh memasang target kemenangan hingga 92 persen.
Dalam konferensi pers usai pengumuman hasil quick count, Gibran mengakui bahwa persentase kemenangan yang diraihnya di bawah target. Yang terpenting, Pilwalkot Solo berjalan lancar.
Namun, ia berjanji angka kemenangan yang tidak sesuai target ini akan menjadi bagian dari evaluasi.
"Angka-angka kami pasti evaluasi, yang penting pilkadanya aman dan lancar," ujar Gibran di posko pemenangannya.
Sementara itu, Teguh Prakosa menilai, tidak tercapainya target kemenangan sebesar 92 persen, disebabkan oleh tingkat partisipasi pemilih di Pilwalkot Solo yang turun. Menurut hitung cepat PDIP, tingkat partisipasi pemilih hanya berkisar di angka 60-65 persen sementara target tingkat partisipasi pemilih adalah 80 persen.
Menurut Teguh, selama masa kampanye, struktur pimpinan PDIP baik di tingkat pusat maupun daerah dan tim pemenangan sudah mewajibkan kader di bawah untuk bekerja keras demi mencapai target. Namun, harus dipahami bahwa Pilkada kali ini digelar di tengah pandemi.
"Bilamana hasilnya sudah maksimal, maka inilah yang harus kita terima. Yang penting tidak ada klaster pilkada," kata Teguh.
"Kewajiban tim pemenangan, bahwa rekan-rekan yang bekerja ini sudah bersungguh-sungguh menghadirkan masyarakat agar berbondong-bondong datang ke TPS," lanjut dia.
Namun, Teguh mengatakan, kemungkinan persentase kemenangan bisa naik hingga di angka 89 persen. Sebab, masih ada sekitar 200-an suara yang belum masuk.
Di kesempatan yang sama, Ketua Tim Pemenangan Gibran-Teguh, Putut Gunawan mengakui bahwa target partisipasi pemilih sungguh jauh di bawah target.
"Jauh di bawah target yang diharapkan. Tapi Allah yang menentukan. Hal-hal teknis ini akan menjadi evaluasi," tutur dia.
Terpisah, Ketua DPP PDIP bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto menyebut, survei terakhir sebelum pencoblosan digelar partainya pada 28 November lalu. Saat itu, menurut survei internal partai, Gibran-Teguh unggul 82 persen.
Pria yang akrab disapa Pacul ini menyebut Gibran-Teguh memang sulit mencapai kemenangan dengan persentase 91 persen. Sekadar diketahui, kemenangan di Pilwalkot Solo sempat menembus 91 persen saat Jokowi maju sebagai cawalkot di periode kedua.
Pacul menjelaskan, saat itu, Jokowi bisa meraih 91 persen karena beberapa faktor.
"Utamanya, karena Jokowi sudah memiliki sejumlah kebijakan, termasuk kebijakan ekonomi yang sudah dirasakan oleh warga Solo. Ini berdampak langsung kepada kehidupan warga Solo," kata Pacul.
Menurut dia, Gibran bisa saja meraih persentase kemenangan di angka 91 persen jika ia maju cawalkot untuk kedua kalinya. Artinya, Gibran sudah mengeluarkan berbagai kebijakan yang dirasakan memberi dampak positif bagi warga Solo.
"Kalau belum pernah menjadi wali kota, agak sulit menembus angka 91 persen. Jokowi itu 91,7 persen di periode kedua. Beliau bisa segitu karena ada kebijakan ekonomi," kata Ketua DPD PDIP Jawa Tengah ini.
