Kemendag Tiru Cara Bisnis Perkulakan Milik Salim Group

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Perdagangan tinjau Indogrosir Tangerang (Foto: Edy Sofyan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perdagangan tinjau Indogrosir Tangerang (Foto: Edy Sofyan/kumparan)

Indogrosir, pusat perkulakan yang merupakan salah satu lini bisnis Salim Group, punya sistem keanggotaan atau membership yang memungkinkan anggotanya mendapatkan harga bersaing dan benefit lainnya.

Sistem tersebut bisa menjangkau tidak hanya ritel modern tapi juga warung dan toko tradisional. Hal ini membuat Kementerian Perdagangan tertarik mengadopsi atau meniru sistem ini dalam menyusun aturan mengenai pedagang grosir.

Direktur Operasional Indogrosir, Suyono menyebutkan, salah satu benefit yang ditawarkan adalah akses ke permodalan bagi pelaku usaha, seperti pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) bekerja sama dengan perbankan.

"Sekarang di Jabodetabek, Kemayoran, Cipinang, Bekasi, Tangerang, Bogor itu sudah ada KUR BNI (untuk anggota). Kita juga akan mengembangkan kerja sama cash management dari warung atau toko tradisional dengan BNI," kata Suyono ditemui di Indogrosir, Tangerang, Jumat (9/6).

Menteri Perdagangan tinjau Indogrosir Tangerang (Foto: Edy Sofyan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perdagangan tinjau Indogrosir Tangerang (Foto: Edy Sofyan/kumparan)

Untuk diketahui, saat ini Indogrosir sudah memiliki 16 pusat perkulakan di seluruh Indonesia dari Jawa, Sumatera, Kalimantan sampai Sulawesi. Ada sekitar 80.000 pedagang ritel yang tergabung, 600 produsen/supplier dan distrbutor, serta menjual lebih dari 5.000 item produk.

Menurut Suyono, pihaknya akan menambah 4 cabang sehingga tahun depan akan menjadi 20 cabang. Untuk investasi pembangunan toko baru, menurutnya, akan memakan biaya sekitar Rp 100 miliar.

Menteri Perdagangan tinjau Indogrosir Tangerang (Foto: Edy Sofyan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perdagangan tinjau Indogrosir Tangerang (Foto: Edy Sofyan/kumparan)

"Ya kami tambah sesuai perkembangan di Indonesia Timur, potensinya besar. Tahun depan akan ditambah di Makassar, Ambon, Kendari, Jambi," tuturnya.

kumparan (kumparan.com) menemui salah satu pemilik toko tradisional yang menjadi anggota Indogrosir di Tangerang, yakni Eny Sintya (35). Menurutnya, sejak menjadi member Indogrosir pada 2008, ia sudah mendapat banyak benefit.

Menteri Perdagangan tinjau Indogrosir Tangerang (Foto: Edy Sofyan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perdagangan tinjau Indogrosir Tangerang (Foto: Edy Sofyan/kumparan)

"Harga barangnya lebih murah dari ritel modern. Lalu ada poin member, misalnya belanja per Rp 200.000 dapat satu poin berlaku kelipatan. Nah poin-poin ini bisa dipakai membeli produk-produk dengan diskon, misalnya bisa beli barang yang harga normalnya Rp 8.000, bisa dibeli Rp 5.000 saja," jelas Eny kepada kumparan.

Ia menambahkan, untuk menjadi member juga cukup mudah.

"Mudah sekali, tanpa biaya. Tinggal daftar, lalu ada survei warung, sekitar seminggu sudah terdaftar jadi member," ujarnya.