Kemendagri: Sisi Kanan e-KTP yang Tercecer di Bogor Akan Dipotong

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konpers soal E-KTP yang tercecer di Bogor (Foto: Soejono Eben/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Konpers soal E-KTP yang tercecer di Bogor (Foto: Soejono Eben/kumparan)

Kementerian Dalam Negeri langsung memberikan klarifikasi tentang kasus tercecernya satu buah karung berisi e-KTP di Simpang Salabenda, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Sabtu (26/5) siang.

Setelah memastikan e-KTP tersebut rusak dan tak bisa digunakan, Kemendagri akan memotong sisi sebelah kanan e-KTP tersebut, untuk menghilangkan prasangka masyarakat.

Konpers soal E-KTP yang tercecer di Bogor (Foto: Soejono Eben/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Konpers soal E-KTP yang tercecer di Bogor (Foto: Soejono Eben/kumparan)

"Atas arahan Mendagri karena ini tahun politik agar masyarakat percaya ini tidak digunakan dalam persoalan politik, maka setiap KTP-el yang tidak digunakan atau rusak kita akan potong di sisi sebelah kanan," ujar Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Senin (28/5).

Pihaknya telah menugaskan 50 PNS Kemendagri untuk memotong e-KTP yang ditemukan tersebut.

"Untuk memastikan KTP-el yang rusak ini tidak bisa digunakan, kita akan memotong di ujung kanan kira-kira 1 cm, dan ini kami lakukan untuk seluruh e-KTP yang ada di gudang," jelasnya sambil mempersilakan awak media untuk mendatangi gudang tersebut, menyaksikan langsung proses pemotongan.

Mendagri Tjahjo Kumolo geram dengan insiden tercecernya sekarung e-KTP di Bogor. Ia menduga ada sabotase dalam kejadian tersebut.

Tak hanya itu, Tjahjo mengancam akan mencopot pejabat Ditjen Dukcapil Kemendagri yang terlibat dalam insiden tercecernya e-KTP yang berisi identitas warga Sumatera Selatan itu.

"Usulkan pejabat Dukcapil yang harus bertanggung jawab untuk dinonjobkan," ujar Tjahjo melalui keterangan yang diterima kumparan, Minggu (27/5).

Tjahjo menilai insiden ini bukanlah sebuah bentuk kelalaian. Ada unsur sabotase yang merupakan kesengajaan demi kepentingan pihak-pihak tertentu. Namun, dalam jumpa pers Dirjen Dukcapil menyebut tercecernya e-KTP itu murni kelalaian.