Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA SD dan SMP 2026, Ini Hasilnya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi Pers Hasil Kemampuan Akademik Jenjang SMP/MTs/sederajat dan SD/MI/sederajat 2026, di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Selasa, (26/5/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi Pers Hasil Kemampuan Akademik Jenjang SMP/MTs/sederajat dan SD/MI/sederajat 2026, di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Selasa, (26/5/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI sederajat dan SMP/MTs sederajat tahun 2026 pada Selasa, (26/5/2026), pukul 13.00 WIB.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan TKA bukan alat kompetisi, melainkan instrumen evaluasi.

“Dengan jumlah murid yang mendaftar lebih dari 8,7 juta murid dan pelaksanaan TKA di utama ini kita sediakan hanya dalam waktu satu bulan maka angka 98,12 persen murid berhasil melaksanakan TKA pada jadwal utama ini adalah buah dan jerih payah dari kita semua termasuk dari rekan-rekan media,” kata Toni dalam taklimat media di Kantor Kemendikdasmen, Selasa (26/5/2026).

Lebih dari 8,7 juta murid dari seluruh Indonesia mengikuti tes yang dilaksanakan sejak April hingga Mei 2026. Tingkat partisipasi nasional mencapai 98,51 persen, dengan tidak ada satu pun provinsi yang partisipasinya di bawah 95 persen.

Toni menambahkan, data TKA ini akan langsung menjadi pijakan kebijakan pendidikan.

“Data capaian akademik yang terpetakan hingga tingkat provinsi, kemudian kabupaten kota, satuan pendidikan bahkan kategori kompetensi peserta didik itu akan menjadi dasar yang sangat penting di dalam penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih presisi dan berbasis evidence,” kata Toni.

TKA jenjang SMP/MTs sederajat dilaksanakan pada 6-16 April 2026, sedangkan SD/MI sederajat pada 20-30 April 2026. Setiap murid mengikuti tes selama dua hari yakni hari pertama Matematika dan numerasi disertai survei karakter, hari kedua Bahasa Indonesia dan literasi membaca disertai survei lingkungan belajar.

Konferensi Pers Hasil Kemampuan Akademik Jenjang SMP/MTs/sederajat dan SD/MI/sederajat 2026, di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Selasa, (26/5/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, Rahmawati, menjelaskan sebanyak 463.533 murid diberikan kesempatan untuk mengikuti jadwal susulan yang berlangsung pada 11–19 Mei 2026 karena berbagai kendala seperti sakit, mengikuti perlombaan, pemadaman listrik, atau gangguan internet.

“Jadwal susulan ini diikuti oleh 463.533 murid. Jadi tidak hanya kepada murid yang tidak hadir di hari utama tapi kepada murid yang hadir namun dia tidak sempurna pengerjaannya karena ke-logout begitu ya. Cukup waktu agar bisa login kembali dia juga diberikan kesempatan untuk mengikuti jadwal susulan,” ujar Rahmawati.

Ia menegaskan, mekanisme susulan tidak akan lebih longgar dari jadwal utama.

“Tidak ada perbedaan mekanisme antara jadwal utama dengan jadwal susulan. Mekanismenya sama tetap ada pengawasan silang dan semuanya dilakukan secara tatap muka di lokasi yang sudah ditentukan oleh Dinas Pendidikan maupun oleh kantor wilayah,” jelasnya.

Hasil TKA SD-SMP 2026

Konferensi Pers Hasil Kemampuan Akademik Jenjang SMP/MTs/sederajat dan SD/MI/sederajat 2026, di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Selasa, (26/5/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Untuk jenjang SD/MI sederajat, nilai rerata Bahasa Indonesia tercatat 60,14 dengan 4.509 siswa meraih nilai sempurna 100. Matematika lebih rendah, rata-ratanya 43,41 dengan peraih nilai 100 sebanyak 814 siswa.

Untuk jenjang SMP/MTs sederajat, nilai rata-rata Bahasa Indonesia sebesar 60,83 dengan 4.051 siswa meraih nilai 100. Matematika rata-ratanya 40,34 yakni lebih rendah dibanding SD dengan hanya 271 siswa yang mendapat nilai sempurna.

Rahmawati menyoroti capaian Matematika SMP sebagai perhatian khusus.

“Mungkin ada perhatian sedikit untuk yang SMP, MTS sederajat Matematika ini memang capaiannya relatif lebih rendah yang mendapatkan nilai sempurna juga lebih sedikit,” ujar Rahmawati.

Dari sisi sebaran kategori, hanya 9,67 persen murid SMP/MTs sederajat meraih kategori “Baik” dalam Matematika. Mayoritas 67,06 persen berada di kategori “Memadai” dan 23,24 persen masuk kategori “Kurang.” Untuk Bahasa Indonesia, lebih dari 22 persen murid di kedua jenjang sudah masuk kategori “Baik.”

Rahmawati menjelaskan, setiap kategori dilengkapi deskripsi kemampuan agar murid dan orang tua bisa mengambil langkah perbaikan yang tepat.

“Kalau saya di Bahasa Indonesia anak saya dapat nilai memadai dan saya ingin anak saya meningkat supaya menjadi baik, saya tahu yang dia belum bisa. Tidak mampu menjelaskan makna ungkapan, tidak mampu menilai relevansi peristiwa di teks dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menegaskan, hal itu adalah tujuan utama TKA. “Hasil TKA tidak berhenti kepada nilai dan capaian tetapi berujung kepada perbaikan dan refleksi strategi pembelajaran,” kata Rahmawati.

Adapun hasil TKA dapat diakses di laman tka.kemdikdasmen.go.id/hasil-tka. Setelah sekolah melakukan verifikasi biodata peserta, Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) dapat dicetak per individu murid, dilengkapi QR code yang bisa diverifikasi di laman shtka.kemdikdasmen.go.id.

Untuk PPDB jalur prestasi, nilai TKA sudah tersambung otomatis melalui sistem host-to-host ke platform PPDB di masing-masing daerah sehingga murid tidak perlu mengunggah nilai secara manual.