Kemenekraf Dorong Gim Lokal Indonesia Tembus Pasar Global

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Acara Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, Fx Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Acara Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, Fx Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, pihaknya akan mendorong industri gim lokal untuk tidak hanya berkembang dari sisi talenta dan produksi, tetapi juga mampu menembus pasar global.

Riefky mengatakan, pemerintah terus mendorong pengembangan industri gim melalui penguatan talenta, inkubasi, hingga membuka akses pasar dan promosi bagi pengembang game lokal.

“Jadi memang tidak hanya memperkuat dari talenta, tidak hanya inkubasi dalam pembuatan game, tetapi juga akses pasar hingga promosinya,” kata Riefky saat menghadiri acara Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta, Sabtu (8/8).

Riefky mengatakan, pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk membuka akses pasar bagi pengembang gim lokal, salah satunya dengan membawa sekitar 10 gim pengembang Indonesia ke Gamescom di Jerman pada tahun lalu.

Selain itu, Kementerian Ekonomi Kreatif membuat Games Corner di Terminal 2 dan Terminal 3 yang menampilkan sembilan gim lokal sejak pertengahan tahun lalu.

“Tahun lalu, kita juga bersama-sama mengkurasi dan membawa sekitar 10 games developer kita ke Gamescom di Jerman,” ujar Riefky.

Acara Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, Fx Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

“Kementerian Ekraf juga untuk mendorong games lokal, kita juga membuat Games Corner di Terminal 2 dan Terminal 3 yang menampilkan ada sembilan games lokal sejak pertengahan tahun lalu hingga hari ini, dan kita berharap semakin banyak games-games lokal untuk ditampilkan,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein mengatakan, tantangan industri gim Indonesia kini telah bergeser.

Menurutnya, pengembang tidak lagi kesulitan membuat gim, tetapi tantangan sekarang adalah bagaimana mempromosikan gim lokal hingga menembus pasar global.

“Sekarang kita itu bukan lagi kesulitan membuat gim-nya, tapi kesulitan bagaimana kita mengembangkan apa yang sudah ada, membuat apa yang sudah ada ini menjadi untuk bisa layak dan bisa masuk ke pasar global,” kata Shafiq.

Shafiq juga menyebut akses pendanaan dan promosi menjadi kebutuhan utama para pengembang gim saat ini.

“Dukungan-dukungan seperti akses pendanaan juga sangat kita butuhkan, akses promosi juga kita butuhkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Shafiq mengatakan, industri gim Indonesia saat ini tidak lagi membutuhkan dorongan untuk menciptakan studio baru, akan tetapi mengembangkan produk yang sudah dihasilkan agar dapat berkelanjutan itu yang lebih penting katanya.

“Karena bukan lagi menciptakan atau me-encourage lagi orang-orang untuk bikin studio game, mereka sudah tertarik untuk bikin studio game, tapi bagaimana caranya mengembangkan yang masuk ke studio game ini dan bisa sustain ke depannya,” katanya.