Kemenhaj Mulai Buka Seleksi Petugas Kesehatan Haji 2027

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf memimpin upacara pemberangkatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf memimpin upacara pemberangkatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah membuka seleksi petugas haji 2027. Seleksi dibuka lebih awal untuk petugas haji bidang kesehatan.

"Sudah dibuka, sudah dibuka, sudah dua hari yang lalu petugas haji untuk kesehatan," kata Menhaj Irfan Yusuf di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8).

Ia menjelaskan, seleksi petugas kesehatan haji ini dibuka lebih awal supaya waktu pengecekan kesehatan calon jemaah bisa dilakukan lebih panjang.

"Pasti karena memang Pemerintah Saudi timeline-nya maju dan kita juga ingin persiapan lebih awal supaya lebih longgar terutama terkait dengan persiapan kesehatan jemaah haji kita," jelasnya.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) menyambut kepulangan kelompok pertama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Makkah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (23/6). Foto: Kemenhaj RI

Di sisi lain, Irfan menambahkan, pihaknya tengah mengusulkan tambahan kuota petugas haji kepada pemerintah Arab Saudi. Ini masih menunggu persetujuan.

"Secara internasional sebetulnya ketetapan kuota petugas haji itu hanya 1 persen seluruh negara. Hanya saja selama ini pemerintah Saudi memberikan dispensasi khusus pada Indonesia untuk diberikan 2 persen. Tahun ini pun tetap masih di luar 1 persen, kita sedang minta, tinggal menunggu jawaban dari Arab Saudi. Kalau sudah ada kepastian berapa yang kita bisa siapkan dan akan segera kita siapkan," paparnya.