Kemenhaj Temukan KBIHU Coba Susupkan Jemaah Haji Ilegal: Mau Badal 50 Orang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jemaah haji 2026 mengikuti wukuf di padang Arafah pada Selasa, 26/5/2026. Mereka memakai payung untuk melindungi dari teriknya sinar matahari. Foto: X/@tfrabiah
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah haji 2026 mengikuti wukuf di padang Arafah pada Selasa, 26/5/2026. Mereka memakai payung untuk melindungi dari teriknya sinar matahari. Foto: X/@tfrabiah

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkap adanya dugaan percobaan penyusupan jemaah haji ilegal ke Arafah saat puncak haji. Hal tersebut dilakukan oleh oknum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Juru bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan bahwa kasus pertama terungkap pada 25 Mei 2026.

"Ditemukan jemaah nonprosedural di Sektor 10 tower 4 atas nama Andriyanto, Ghozali, dan Noviyanti akan berangkat menuju arafah menggunakan bus masyair dengan identitas KBIHU AA Kab. Lebak, Banten," kata Ichsan dalam konferensi pers di Makkah, Selasa (9/6).

Ichsan menyebut pimpinan KBIHU itu berinisial AZ. Kasusnya diusut oleh KJRI Jeddah.

Kasus kedua pun ditemukan di hari yang sama. Pada 25 Mei 2026, di Sektor 10 tower 4, ditemukan adanya Ketua KBIHU berinisial AMR asal Jakarta Timur atas nama SMJ. Di kasus ini, SMJ hendak berangkat ke Arafah untuk membadalkan 50 orang.

Konferensi pers Kemenhaj oleh Jubir Ichsan Marsha soal aksi oknum menipu jemaah haji di Makkah, Selasa (9/6/2026). Foto: Lutfan Darmawan/kumparan

"Ditemukan jemaah nonprosedural di Sektor 10 tower 4 yang merupakan ketua KBIHU AMR asal Jakarta Timur, atas nama SMJ akan berangkat menuju arafah menggunakan bus masyair untuk melaksanakan badal fiktif bagi 50 orang dengan total keuntungan sebesar Rp 500.000.000," kata Ichsan.

Ichsan mengatakan, kasus tersebut pun diusut oleh KJRI Jeddah. Belum diketahui perkembangan dari pengusutan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ichsan mengimbau kepada seluruh jemaah haji Indonesia agar tetap waspada dan tidak mudah tergiur oleh tawaran badal haji murah dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Pastikan seluruh ibadah dan transaksi keuangan disalurkan melalui jalur resmi pemerintah dan lembaga yang telah ditunjuk sah oleh otoritas Arab Saudi demi keamanan dalam beribadah," tutup Ichsan.