Kemenkes Anggarkan Rp 327 Miliar untuk Layanan Kesehatan Haji 2022
ยทwaktu baca 2 menit

Pemerintah menargetkan calon jemaah haji dapat diberangkatkan tahun ini setelah tertunda 2 tahun. Meski demikian, belum ada kepastian apakah jemaah haji dapat diberangkatkan atau tidak.
Terlepas dari ketidakpastian itu, Kemenkes tetap mengajukan anggaran kesehatan haji tahun 2022. Kapus Haji Kemenkes dr. Budi Sylvana, mengungkapkan pihaknya menganggarkan Rp 327,67 miliar untuk kesehatan haji yang dibagi dalam 4 kelompok.
"Paling tidak ada 4 hal pokok yang kami anggarkan. Pertama adalah terkait obat-obatan dan alat perbekalan kesehatan kurang lebih Rp 50 miliar. Memang cukup besar ini. Kedua adalah terkait dengan untuk vaksin meningitis sebesar Rp 30 miliar karena sampai saat ini Saudi masih mensyaratkan, mandatory sifatnya untuk vaksin meningitis disyaratkan bagi pelaku perjalanan yang ingin masuk Saudi," ungkap Budi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/3).
"Ketiga, penyewaan gedung Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Jeddah, Makkah, dan Madinah dan operasionalnya total nilainya Rp 37 miliar. Yang terakhir adalah terkait dengan.... ini komponen terbesar, penugasan tenaga kesehatan haji sebesar Rp 209 miliar. Kenapa besar? Karena ini menyangkut terkait dengan tiket petugas yang harus kami tanggung dan akomodasinya. Jadi Rp 209 miliar ini diasumsikan untuk memberangkatkan sekitar 1.800 tenaga kesehatan yang akan ditugaskan ke Arab Saudi," lanjutnya.
Terkait penyediaan obat, Budi mengungkapkan pihaknya akan menyediakan dengan jumlah yang banyak. Apalagi berdasarkan laporan yang didapat, banyak jemaah yang berobat Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
"Jumlahnya ribuan sehingga kebutuhan obat cukup banyak. Semua jenis item obat disediakan seperti antibiotik, anastesik, antipsikotik, dan lain-lain," tuturnya.
Sementara untuk vaksin meningitis akan disiapkan Dinas Kesehatan masing-masing provinsi. Karena sifatnya wajib, calon jemaah haji harus divaksinasi sebagai syarat berangkat ke Arab Saudi.
Lebih lanjut terkait KKHI, Kemenkes telah menyewa gedung di Jeddah, Makkah, dan Madinah. Pelayanan kesehatan yang disiapkan di antaranya gawat darurat, rawat inap, ICU, poliklinik gigi, farmasi, dan rujukan.
"Yang dimaksud rujukan terkait rujukan pasien jika memang harus rawat inap di rumah sakit di Arab Saudi. Seluruh pelayanan kesehatan tidak dipungut biaya. Fasilitas layanan terdiri dari 24 unit ambulans yang siap beroperasi selama haji berlangsung, kendaraan operasional dan bus untuk petugas, dan untuk pembiayaan katering di sini kateringnya terkait diet khusus bagi jemaah haji. Jadi tidak sama dengan diet yang diberikan kepada jemaah pada umumnya," pungkasnya.
