Kemenkes: Angka Stunting Turun Jadi 21,6%, Balita Underweight Meningkat
·waktu baca 2 menit

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Survei ini menunjukkan bahwa angka stunting tahun lalu turun sebesar 2,8 persen dibandingkan 2021
"Angka stunting tahun 2022 turun dari 24,4 persen menjadi 21,6. Kita dalam survei ini bekerja sama dengan Setwapres, Bappenas, Dinkes Provinsi dan Kabupaten Kota, serta para pakar dari universitas," kata Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes, Syarifah Liza Munira dalam konpers tentang hasil SSGI 2022, Jumat (27/1).
Dalam survei ini juga mengukur tiga masalah gizi lain. Yakni balita wasting (berat badan menurut tinggi badan), underweight (berat badan menurut umur), dan overweight (berat badan menurut tinggi badan.
Meski angka stunting menurun, angka balita wasting dan underweight mengalami peningkatan. Yakni angka wasting dari 7,1 persen pada 2021 menjadi 7,7 persen pada 2022.
Wasting weight adalah kondisi anak yang berat badannya menurun seiring waktu. Hal ini menyebabkan total berat badannya jauh di bawah standar kurva pertumbuhan nasional.
Sementara underweight naik 0,1 persen dari 17,0 pada 2021 dan 17,1 persen pada 2022. Underweight adalah kondisi saat berat badan anak berada di bawah rentang rata-rata atau normal.
Kemudian pada kasus balita overweight terjadi penurunan 0,3 persen dari 3,8 persen tahun 2021 menjadi 3,5 persen pada 2022.
"Dari yang kami, perhitungan penurunan stunting secara rata-rata 3,8 per tahun. Ini juga tugas dari presiden. Jadi tahun 2024 angka stunting ditarget jadi 14 persen," ujarnya.
