Kemenkes Arab Saudi: Haji 2021 Dibatasi 60 Ribu Jemaah

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jemaah menjaga jarak sosial saat melakukan Tawaf di Makkah, Arab Saudi, (31/8/2020). Foto: Saudi Ministry of Media/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah menjaga jarak sosial saat melakukan Tawaf di Makkah, Arab Saudi, (31/8/2020). Foto: Saudi Ministry of Media/Handout via REUTERS

Kemenkes Arab Saudi mengeluarkan surat edaran terkait protokol ibadah haji 1442 H/2021 M. Isinya, merekomendasikan pelaksanaan haji mendatang berjumlah 60 ribu orang saja.

Jumlah ini lebih banyak dibandingkan jemaah haji 2020 yang hanya sekitar seribu jemaah saja. Dan tentu saja jauh lebih sedikit dibandingkan haji di masa sebelum pandemi corona yang mencapai 2,5 juta jemaah.

Surat edaran Kemenkes yang dikutip kumparan antara lain dari Haramin Info, Minggu (23/5/2021), merinci bahwa 60 ribu jemaah tersebut sebanyak 45 ribu orang di antaranya berasal dari luar negeri dan 15 ribu lainnya berasal dari dalam negeri Arab Saudi.

Usia jemaah 18 hingga 60 tahun.

Jemaah wajib telah divaksin corona dengan dosis penuh dan mengikuti tes PCR dengan hasil negatif sebelum berangkat. Vaksin yang dipakai juga yang disetujui oleh Arab Saudi.

Meski surat Kemenkes ini beredar, tapi belum ada konfirmasi resmi dari otoritas yang berwenang.

Pada masa pandemi, Kemenkes Arab Saudi bersama Kemendagri memegang peran sentral dalam menentukan protokol ibadah haji dan umrah maupun kegiatan-kegiatan umum lainnya.

Indonesia selama ini dikenal sebagai negara pengirim jemaah haji terbesar. Kemenag RI sudah jauh hari mempersiapkan diri jikalau haji tahun ini digelar. Sejumlah langkah-langkah ditetapkan. Hal ini bisa dibaca lewat 8 alur pergerakan jemaah haji 2021.

Pada tahun 2019, kuota haji Indonesia sebanyak 231 ribu jemaah. Belum diketahui bagaimana pengaturan kuota haji dari masing-masing negara pada haji 2021.

kumparan post embed
Alur Haji 2021 versi Kemenag. Foto: Kemenag RI