Kemenkes Berduka Tewasnya Dokter Muda Siti Zahra, Akan Perkuat Sistem Internship

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keluarga Besar BEM Kema FK Unhas berduka cita atas berpulangnya dr. Siti Zahra Maghfira (alumnus FK Unhas Angkatan 2019) pada 26 Juli 2026. Foto: Instagram/@bemfkuh
zoom-in-whitePerbesar
Keluarga Besar BEM Kema FK Unhas berduka cita atas berpulangnya dr. Siti Zahra Maghfira (alumnus FK Unhas Angkatan 2019) pada 26 Juli 2026. Foto: Instagram/@bemfkuh

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan duka cita atas meninggalnya dokter muda bernama Siti Zahra Maghfira (SZM). Dokter tersebut ditemukan tewas setelah diduga melompat dari lantai 18 sebuah apartemen di Jakarta Selatan, pada Minggu (26/7) siang.

"Dengan penuh rasa duka, Kementerian Kesehatan menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya dr. Siti Zahra Maghfira, peserta Program Internsip Dokter Indonesia di RS Sentra Medika, Cisalak, Depok, Jawa Barat," demikian keterangan Kemenkes di Instagram resminya, Senin (27/7).

Kemenkes telah berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk melakukan investigasi secara menyeluruh dan berkomitmen mengungkap fakta serta kronologi kejadian secara utuh.

"Kami mengajak semua pihak menghormati proses yang sedang berlangsung dan tidak berspekulasi hingga hasil resmi disampaikan," ucapnya.

Ke depan, Kemenkes menyatakan akan terus memperkuat penyelenggaraan Program Internship.

"Melalui penyempurnaan tata kelola, penguatan pembinaan dan supervisi, pembatasan jam kerja, pengaturan waktu istirahat dan libur, serta peningkatan mekanisme pelindungan bagi seluruh peserta," ujarnya.

"Semoga pengabdian almarhumah menjadi amal baik yang terus mengalir dan menginspirasi langkah bersama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik," pungkasnya.

Terkait peristiwa ini, Polisi masih menyelidiki penyebab pasti korban nekat mengakhiri hidupnya.

Korban merupakan perempuan kelahiran 2001. Ia juga diketahui sebagai lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Jenazahnya telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk penanganan lebih lanjut.