Kemenkes Catat Kasus ISPA di Wilayah Karhutla: Kalbar Tembus 151.965 Kasus

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas berusaha memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA) kini sasar Kawasan perkebunan di Jalan Caraka Jaya, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (20/8/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Petugas berusaha memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA) kini sasar Kawasan perkebunan di Jalan Caraka Jaya, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (20/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Di Kalimantan Barat (Kalbar), tercatat 151.965 kasus ISPA sepanjang periode 1 Januari hingga 7 Agustus 2026.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan Kemenkes telah bergerak membantu daerah-daerah yang terdampak karhutla. Penanganan tersebut juga dilakukan bersama dinas kesehatan (dinkes) setempat dan pemangku kepentingan lainnya.

“Ini upaya Kemenkes, selain dari dinkes setempat dan stakeholders lainnya, untuk daerah yang terdampak karhutla,” kata Aji dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8).

Ilustrasi bahaya polusi udara terhadap anak. Foto: Thannaree Deepul/Shutterstock

Data tersebut tercantum dalam Situation Report Penanganan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Kemenkes per 20 Agustus 2026. Dalam laporan itu disebutkan terjadi kenaikan kasus ISPA di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Mempawah.

Data kondisi daerah bencana di Indonesia. Foto: Kemenkes RI

Sementara di Kalimantan Tengah (Kalteng), terjadi peningkatan signifikan kasus ISPA. Pada 18 Agustus, tercatat 475 kasus dan meningkat menjadi 547 kasus pada 19 Agustus 2026.

Di Kalimantan Selatan (Kalsel), Kemenkes mencatat tren kasus ISPA meningkat 22,2 persen. Selain itu, tren diare akut naik 16,7 persen, suspek demam tifoid 7,1 persen, dan influenza-like illness (ILI) 7,1 persen. Sedangkan tren pneumonia tercatat turun 2,5 persen.

Warga melintas dengan latar belakang kepulan asap akibat kebakaran lahan di kawasan permukiman Tegal Sari, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat, (7/8/2026). Foto: ANTARA FOTO/Auliya Rahman

Adapun di Riau, pada periode 1–19 Agustus 2026 tercatat 1.377 kasus ISPA. Pada periode yang sama, tercatat 34 kasus asma, 19 kasus iritasi kulit, enam kasus konjungtivitis, dan 12 kasus pneumonia.