Kemenkes: Corona XBB Bikin Naik Kasus Harian, tapi Turunnya Cepat
·waktu baca 2 menit

Subvarian baru omicron XBB hadir di Indonesia, Kemenkes menyebut jumlah kasusnya per 3 November 2022 jadi 12 kasus. Seiring hadirnya subvarian baru ini, kasus COVID di tanah air alami peningkatan tajam.
Kendati demikian jubir Kemenkes Muhammad Syahril meminta masyarakat untuk tidak panik. Pasalnya bila melihat negara tetangga Singapura, peningkatan ini tak berlangsung lama.
Syahril menyebut meski mengalami kenaikan, kasus harian juga turun dengan cepat. Ia berharap kondisi serupa juga terjadi di Indonesia.
“Singapura itu pernah sampai 18.000 per harinya. Tapi saat ini sudah 6.500 jadi cepat naiknya tapi juga cepat turunnya ya jadi ada berapa negara yang begitu,” ujar Syahril saat pemaparan penanganan Covid 19 dan gagal ginjal akut di akun youtube Kemenkes, Jumat (4/11) siang.
“Mudah-mudahan kita juga begitu. Naiknya lambat tapi turunnya insyaallah cepat ya,” tambahnya.
Harapan ini bukan tanpa dasar. Bila melihat dari 28 negara yang melaporkan adanya subvarian baru XBB kondisi kasus yang cepat naik namun cepat turun ini juga terjadi di India dan Bangladesh.
Ia juga menjelaskan sebagian besar negara yang melaporkan XBB sudah mengalami penurunan kasus meski masih ada yang mengalami peningkatan.
“Bangladesh (pernah sampai) 14.000 dan saat ini sudah 367 (kasus hariannya). Ini bandingkan yang ada di negara luar yang masuk dalam 28 negara yang tadi melaporkan ya (sudah turun),” ujar Syahril.
Syahril juga menyebutkan sebagaimana karakteristik subvarian baru dari Covid, tingkat keparahannya selalu menurun dibandingkan subravian sebelumnya. Tingkat fatalitas dan kematian yang belum tinggi juga membuat pemerintah punya semangat untuk memerangi subvarian ini.
Namun, masyarakat tetap harus waspada dan terus mematuhi protokol kesehatan. Pasalnya sejak November 2022 ini kenaikan kasus cukup tajam.
Pada bulan Oktober kenaikan kasus harian masil berkisar di 2000-3000 kasus. Tetapi sejak tanggal 1 November jumlahnya meningkat tajam jadi 4.700-an kasus. Terus naik hingga tanggal 4 November 2022 menjadi 4.951 kasus.
Kondisi kenaikan ini kata Syahril harus jadi pengingat bahwa pandemi masih ada dan virus masih terus bermutasi.
“Nah ini menjadi catatan bagi kita semua bahwa pandemi ini masih ada di sekitar kita dan ada 28 negara juga mengalami kenaikan ini termasuk Singapore dan ini dikaitkan dengan kalian baru yaitu XBB maupun di BQ1,” tutupnya.
