Kemenkes: Kasus di Atas 16 Tahun Tak Tergolong Suspek Hepatitis Akut

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jubir vaksinasi perwakilan Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi.  Foto: Kemkes RI
zoom-in-whitePerbesar
Jubir vaksinasi perwakilan Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi. Foto: Kemkes RI

Sebanyak 21 kasus diduga hepatitis akut misterius ditemukan di Jakarta. 7 di antaranya disebut Wagub DKI Riza Patria sudah berusia 16 tahun.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, kasus yang berusia di atas 16 tahun tidak masuk dalam kriteria kasus hepatitis akut.

“Di atas 16 tahun tidak termasuk kriteria suspek hepatitis akut sesuai WHO,” tutur Nadia kepada kumparan, Kamis (12/5).

Sehingga sebenarnya, hepatitis itu sudah ada di Indonesia sejak lama. Sementara yang baru-baru ini heboh dan dipantau WHO adalah kasus hepatitis baru dan menyerang anak 5-16 tahun.

Dari 21 kasus di Jakarta, 18 orang hasilnya belum keluar mana saja yang positif hepatitis akut misterius. Sementara 3 lainnya telah dilaporkan meninggal di RSCM.

“Kalau untuk kasus di Jakarta masih diverifikasi datanya,” ungkapnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk terus waspada dan memperhatikan tanda-tanda keluhan pada anak. Awasi bila salah satunya merupakan tanda hepatitis akut seperti di bawah ini.

“Anak yang dengan keluhan mual muntah, diare yang bertambah berat dan mata kuning, kulit dan telapak tangan kuning, buang air besar menjadi coklat seperti teh dan bab menjadi pucat. Ini tanda tandanya,” terang Nadia

“Jangan menunda kalau ada keluhan mual muntah dan diare terutama kalau makin memberat,” tutup Nadia.

Reporter: Rachel Koinonia