Kemenkes Kembali Fokus Imunisasi Dasar Anak usai Kasus COVID Melandai
·waktu baca 2 menit

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus harian, kasus rawat inap, dan kasus kematian COVID-19 semakin rendah. Indikator penularan COVID-19 berada di angka 0,78 atau di bawah satu. Kemenkes kini kembali fokus pada program dan kebijakan imunisasi dasar lengkap pada anak.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan, yang utama adalah melindungi generasi kita dari kecacatan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan cara yang paling efektif yaitu dengan imunisasi,” kata Juru bicara Kemenkes M Syahril, Rabu (11/1).
Capaian imunisasi nasional tahun 2022 belum mencapai target, utamanya disumbang oleh provinsi di luar Jawa dan Bali dengan capaian per provinsi masih di bawah 35 persen. Kejadian Luar Biasa Polio (KLB) polio di salah satu Kabupaten di Aceh juga ditengarai sebagai akibat rendahnya imunisasi anak.
Pemberian vaksinasi berpegang pada rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI), termasuk juga pertimbangan vaksinasi COVID-19.
“Kami masih berkonsultasi dengan WHO untuk vaksinasi COVID-19 pada anak usia mulai 6 bulan,” ujar Syahril.
Pemberian vaksinasi booster pertama difokuskan untuk usia 18 tahun ke atas, karena kelompok ini memiliki mobilitas tinggi. Sementara booster kedua untuk lansia saat ini capaiannya masih 68 juta atau sebesar 29,31 persen.
