Kemenkes Minta Jemaah Haji Waspadai MERS Covid: Jangan Dekati Unta

9 Juni 2022 6:48
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sejumlah unta di Arab Saudi Foto:  REUTERS/Faisal Al Nasser
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah unta di Arab Saudi Foto: REUTERS/Faisal Al Nasser
ADVERTISEMENT
Kementerian Kesehatan meminta jemaah haji mewaspadai dua ancaman virus yang mungkin terjadi di Arab Saudi. Yaitu COVID-19, dan variannya MERS Covid.
ADVERTISEMENT
"Ibu dan Bapak di Saudi akan bertemu saudara kembarnya Covid. Kalau Covid disebabkan virus corona, ada saudara kembarnya corona virus, namanya MERS Covid," ucap Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Budi Sylvana, dalam pembekalan pada petugas haji Rabu (8/7) malam.
Budi mengurai, MERS atau Middle East Respiratory Syndrome yang merupakan subtipe baru dari virus corona, pertama kali dilaporkan muncul di Arab Saudi pada tahun 2012 yang penularannya dicurigai lewat unta.
Data Kemenkes menyebut semua kasus MERS berhubungan dengan riwayat perjalanan menuju atau menetap di negara-negara sekitar Semenanjung Arab. KLB MERS terbesar yang terjadi di luar Semenanjung Arab, terjadi di Republik Korea Selatan pada 2015.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Budi Sylvana. Foto: Kemenag
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Budi Sylvana. Foto: Kemenag
Meski kasus ini sudah lama ada di Saudi dan belum pernah ditemukan di Indonesia, namun Budi meminta agar jemaah haji waspada karena banyak unta di Saudi. Cara pencegahannya adalah dengan memakai masker dan menjauhi unta.
ADVERTISEMENT
"Jadi saya pesan ke jemaah supaya pakai masker, fokus saja ibadah enggak usah lihat-lihat unta dulu. Hindari unta. Ingat MERS Covid belum hilang 100 persen, masih ada. Jadi sebaiknya dihindari," urai Budi.
"Baik corona maupun MERS Cov, pencegahannya sama pakai masker, selain cuci tangan dan menjaga kebersihan. Jadi saya imbau di Saudi tetap pakai masker."
- Budi Sylvana
Terkait gejala MERS-Cov, kebanyakan pasien MERS mengalami gangguan pernafasan akut yang parah dengan gejala demam, batuk, dan sesak. Sekitar 3-4 dari 10 pasien yang dilaporkan MERS meninggal.
"Sama seperti influenza pada umumnya, demam, batuk, pilek, sesak napas, hampir sama. Cuma memang strain penyebabnya itu berbeda virus coronanya. Nah, ini kita tidak boleh abai karena kita di sini mass gathering, jumlah orangnya terlalu banyak. Kalau satu tertular, kemungkinan ketularan ke lain sangat tinggi," tuturnya.
"Kan MERS Covid sama jemaah yang rentan, usia lanjut, punya penyakit komorbid, itu mudah terinfeksi. Sebaiknya kita sarankan fokus ibadah untuk melihat unta secara langsung hindari dulu deh," pungkas Budi.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020