Kemenkes: Pasien Omicron Kraken Alami Gejala Ringan, 3 Orang Di-tracing
ยทwaktu baca 2 menit

Seorang warga Polandia yang bepergian di Balikpapan, Kalimantan Timur, dilaporkan terinfeksi virus subvarian dari Omicron COVID-19, yakni XBB 1.5 atau Kraken. Pasien tersebut dinyatakan positif COVID-19 setelah menjalani tes PCR pada 11 Januari 2023.
Sebelum tiba di Balikpapan, dia berada di Jakarta pada 6 Januari 2023. Lalu tanggal 7 Januari berangkat ke Balikpapan dan menjalani tes rapid antigen hasilnya negatif.
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi menyebut, pasien yang diserang Kraken tersebut menderita gejala ringan. Setelah menjalani isolasi mandiri selama 8 hari, pasien sudah dinyatakan negatif COVID-19.
"Pasien ini gejalanya batuk ringan," ucap Nadia kepada wartawan, Kamis (26/1).
Kemenkes melakukan tracing kepada orang yang kontak erat dengan pasien. Satu orang di DKI Jakarta dan dua orang di Kalimantan Timur.
"Sudah dilakukan contact tracing dan semua kontak negatif," ucapnya.
Imbauan Menkes
Terkait masuknya varian Kraken ke Indonesia, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan jika merasa kurang enak badan.
Selain itu, masyarakat yang belum vaksin dan booster agar segera datang ke pusat vaksinasi untuk meminimalisir penularan.
"Pesan saya ke masyarakat tidak usah panik kalau di dalam ruangan padat merasa batuk atau lihat temannya batuk-batuk. Pakai masker, itu protokol kesehatan seperti influenza, diare, TBC, demam berdarah. Kedua di-booster, deh, terutama untuk yang tua dan komorbid," kata Menkes pada kesempatan terpisah.
Munculnya kasus ini tidak berpengaruh pada pengetatan aktivitas masyarakat. Pemerintah juga tidak akan membatasi turis asing yang akan masuk ke Indonesia.
Berikut gejala varian Kraken
Batuk
Kelelahan
Pilek
Demam
Mual/muntah
Sakit tenggorokan
Diare
Kehilangan indra penciuman atau anosmia
