Kemenkes: Sangat Mungkin saat Bupati Sleman Divaksin Sudah Terpapar Corona

22 Januari 2021 12:59
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kemenkes: Sangat Mungkin saat Bupati Sleman Divaksin Sudah Terpapar Corona (35191)
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Sleman, Sri Purnomo. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
ADVERTISEMENT
Jubir vaksinasi corona dari Kemenkes dr Siti Nadia Tarmidzi memberikan penjelasan terkait Bupati Sleman H Sri Purnomo yang terpapar corona meski sudah divaksin Sinovac 1 kali. Apa kata Nadia?
ADVERTISEMENT
"Vaksin Sinovac adalah vaksin berisi virus mati (inactivated), jadi hampir tidak mungkin menyebabkan seseorang terinfeksi," kata Nadia melalui pesan singkat, Jumat (22/1).
Kata dia, diduga kuat Sri Purnomo sudah terpapar corona saat divaksin pada 14 Januari. Hal ini sesuai dengan masa inkubasi virus tersebut.
"Jika melihat sequence waktunya, sangat mungkin pada saat Bupati divaksin beliau dalam masa inkubasi, di mana sudah terpapar virus tapi belum bergejala," ungkapnya.
"Secara alamiah waktu antara paparan dan munculnya gejala/load virus sedang tinggi adalah sekitar 5-6 hari (waktu yang pas, karena divaksin tanggal 14 Januari sementara hasil swab PCR positif tanggal 20 Januari," tegas dia.
Kemenkes: Sangat Mungkin saat Bupati Sleman Divaksin Sudah Terpapar Corona (35192)
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi. Foto: Kemkes RI
Namun, menurutnya, kejadian ini tentu tetap dilaporkan sebagai KIPI. Ia juga menegaskan bahwa mereka yang divaksin, apalagi baru 1 dosis, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.
ADVERTISEMENT
"Dari awal juga sudah ditekankan bahwa vaksinasi COVID-19 memang membutuhkan dua kali dosis penyuntikan. Sebab sistem imun perlu waktu lewat paparan yang lebih lama untuk mengetahui bagaimana cara efektif melawan virus," urainya.
"Suntikan pertama dilakukan untuk memicu respons kekebalan awal. Dilanjutkan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang telah terbentuk. Hal ini memicu respons antibodi yang lebih cepat dan lebih efektif di masa mendatang," tutup dia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020