Kemenkes: Sekitar 10 Persen Pasien IGD di Bandung Kasus Influenza

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tenaga kesehatan menaruh spesimen ke dalam tabung kecil untuk dikirim ke laboratorium usai melakukan tes usap atau swab test pasien saat penapisan gejala influenza di Puskesmas Serpong 1, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (7/1/2026). Foto: Muhammad Iqbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tenaga kesehatan menaruh spesimen ke dalam tabung kecil untuk dikirim ke laboratorium usai melakukan tes usap atau swab test pasien saat penapisan gejala influenza di Puskesmas Serpong 1, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (7/1/2026). Foto: Muhammad Iqbal/kumparan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut sekitar 10 persen pasien yang masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) di sejumlah rumah sakit di Bandung merupakan pasien influenza.

Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni menerangkan, Kemenkes telah menurunkan tim untuk memantau kondisi rumah sakit di tengah kenaikan kasus influenza.

Salah satu pemantauan dilakukan di IGD Rumah Sakit Bandung Kiwari dan Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

"Sampai saat ini, berdasarkan hasil pemantauan, pasien yang masuk melalui IGD cenderung masih sama dengan hari-hari sebelumnya," kata Andi dalam konferensi pers, Senin (28/9).

Ia menjelaskan, kondisi IGD yang biasanya dipenuhi pasien tidak serta-merta disebabkan oleh influenza. Berdasarkan pemantauan langsung, sekitar 10 persen dari total pasien yang masuk ke IGD merupakan pasien influenza.

"Kalau IGD memang biasanya penuh pasiennya. Namun, apakah hal tersebut disebabkan influenza? Berdasarkan pemantauan secara langsung, sekitar 10 persen dari total pasien yang masuk ke IGD merupakan pasien influenza, dan jumlahnya cenderung masih sama dengan hari-hari sebelumnya," terang Andi.

Kasus Influenza Diperkirakan Tinggi hingga Akhir Tahun

Andi menyebut kenaikan kasus influenza mengikuti pola musiman. Kasus cenderung mulai meningkat pada September dan diperkirakan cukup tinggi hingga akhir tahun sebelum kembali menurun.

"Polanya musiman dan cenderung mulai meningkat pada September. Kasusnya akan cukup tinggi sampai akhir tahun, kemudian turun kembali. Hal tersebut erat kaitannya dengan musim pancaroba dan musim kemarau yang panjang," jelasnya.

Terkait kemungkinan lonjakan pasien di rumah sakit, Andi pun berharap kenaikan kasus tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

"Kita berharap tidak ada lonjakan yang mengakibatkan kepanikan karena tingginya kasus dan lain sebagainya. Kita berharap kasus influenza, terutama yang masuk ke rumah sakit, bisa tertanggulangi dan terkendali," pungkasnya.