Kemenkes soal Antibodi Usai Divaksin 6 Bulan Turun: Yang Penting Herd Immunity

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin corona Sinovac selama program vaksinasi massal di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (31/3). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin corona Sinovac selama program vaksinasi massal di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (31/3). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Antibodi yang dihasilkan dari vaksin COVID-19 pada tubuh seseorang akan menurun usai 6 bulan mendapat dosis lengkap.

Program vaksinasi di Indonesia telah dimulai sejak Januari 2021. Artinya, masyarakat yang telah divaksinasi lengkap lebih dari 6 bulan yang lalu membutuhkan perlindungan tambahan berupa booster.

Sayangnya sampai saat ini pemerintah belum memberikan booster kepada masyarakat umum, baru nakes yang dinilai berisiko tertular yang mendapatkan dosis ketiga tersebut.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hal yang dapat dilakukan sebelum memberikan booster adalah dengan memperluas dan memperbanyak penerima vaksinasi.

Dengan begitu, maka imunitas yang terbentuk di tiap masyarakat dapat membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity. Sehingga, orang yang belum divaksinasi atau yang kekebalannya sudah menurun dapat tetap terlindungi.

"Saat ini yang penting mencapai kekebalan kelompok di mana target ini bisa memberikan perlindungan kita bersama," ujar Nadia kepada kumparan, Senin (22/11).

Konsep kekebalan kelompok ini merupakan salah satu yang tengah diupayakan pemerintah. Setidaknya dibutuhkan 70% dari total populasi yang harus tervaksinasi agar tujuan perlindungan tersebut bisa didapatkan.

Pemerintah hanya menargetkan pemberian vaksin kepada 208 juta orang. Saat ini, sudah ada sekitar 134 juta dosis pertama vaksin corona yang diberikan ke penduduk Indonesia. Angka tersebut setara dengan 48% dari sekitar total 276 juta penduduk. Sementara untuk dosis lengkap saat ini baru diberikan kepada 89 juta orang.

Artinya, masih ada sekitar 68% dari total penduduk lagi yang harus segera mendapatkan vaksin lengkap.