Kemenkes Targetkan RSUD di 8 Daerah Terdampak Gempa NTT Beroperasi dalam Sepekan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) di 8 kabupaten/kota yang terdampak gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat kembali menjalankan operasional dasar paling lambat dalam satu pekan.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI Agus Jamaludin mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat melalui Zoom dengan seluruh kepala dinas kesehatan, direktur RSUD, serta kepala puskesmas di 8 kabupaten/kota terdampak.
“Target paling lama satu minggu, seluruh RSUD harus bisa melakukan operasional dasar,” kata Agus dalam keterangannya yang diterima kumparan, Minggu (16/8).
Menurut Agus, layanan kesehatan yang menjadi prioritas dalam pemulihan RSUD meliputi operasi trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisa.
Khusus RSUD Nagekeo yang mengalami kerusakan berat akibat gempa, Kemenkes akan mengirimkan satu set rumah sakit mobil pada Senin (17/8). Fasilitas tersebut termasuk ruang operasi untuk mendukung pelayanan medis di wilayah terdampak.
Sementara itu, RSUD Borong yang masuk dalam program Quick Win dengan waktu rujukan dua jam dan RSUD Komodo dengan waktu rujukan empat jam disiapkan sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien dari Nagekeo.
“RSUD Borong yang baru Program Quick Win (2 jam rujukan), dan RSUD Komodo baru (4 jam rujukan) disiapkan sebagai RS rujukan dari Nagekeo,” ujarnya.
Tak hanya rumah sakit, Kemenkes juga menargetkan puskesmas yang mengalami kerusakan dapat kembali beroperasi dalam waktu maksimal dua pekan. Pelayanan yang diprioritaskan yakni kesehatan ibu hamil, persalinan, dan imunisasi.
Untuk memastikan kebutuhan di lapangan terpenuhi, tim Health Emergency Operation Center (HEOC) akan melakukan identifikasi secara detail terhadap persoalan kesehatan, kondisi fasilitas kesehatan, alat kesehatan, hingga kebutuhan obat-obatan.
Hasil identifikasi tersebut nantinya menjadi acuan bagi tim relawan yang akan diterjunkan ke lokasi bencana, termasuk menentukan lokasi penugasan, kebutuhan yang harus dibawa, serta kontak yang dapat dihubungi.
“Malam ini akan final struktur, nama, HP Ketua HEOC Pusat, Provinsi, 8 kabupaten/kota,” kata Agus.
Kemenkes juga mengaktifkan HEOC di 9 lokasi yang tersebar di 8 kabupaten/kota terdampak. Selain itu, pemerintah memobilisasi dua tim manajemen krisis kesehatan, masing-masing menuju Sikka dan Ende.
Dua tim Emergency Medical Team (EMT) juga dikerahkan. Tim pertama akan bertugas di Ende, Nagekeo, dan Manggarai Barat, sementara tim kedua ditempatkan di Sikka.
Bantuan logistik kesehatan turut disiapkan untuk dapat dikirim pada hari ini, Minggu (16/8). Bantuan tersebut mencakup 8 paket obat-obatan dasar, 5 paket Emergency Kit, 1.000 handscoon steril, 20 ribu handscoon nonsteril, serta 20 ribu masker bedah medis.
Kemenkes juga menyiapkan 10 unit oksigen konsentrator dan 2 unit tenda pos kesehatan. Sebanyak 8 tenda tambahan disiagakan apabila dibutuhkan untuk mendukung operasional EMT tipe 1.
Gempa 7,7 M Guncang NTT
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8). Berdasarkan catatan BMKG, gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB.
Pusat gempa berada di koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur, atau sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
BMKG sempat mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Berdasarkan data sementara Basarnas pada Minggu (16/8) pukul 09.00 WITA, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa tercatat sebanyak 51 orang.
Petugas hingga kini masih melakukan evakuasi serta memberikan perawatan medis bagi warga yang terdampak gempa.
