Kemenkes: Total Ada 6 Kasus Omicron Subvarian Kraken di RI, 1 WNA dan 5 WNI

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi virus corona Omicron. Foto: Dado Ruvic/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi virus corona Omicron. Foto: Dado Ruvic/REUTERS

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan hingga 20 Februari 2023 ada 6 kasus Omicron subvarian XBB 1.5 atau Kraken terdeteksi di Indonesia. Satu pasien merupakan warga negara asing (WNA) dan sisanya WNI.

"Total ada enam pasien, empat tidak bergejala, dua gejala ringan. Domisili ada di Banten, Kalimantan Timur dan 4 di DKI Jakarta," kata Juru Bicara Kemenkes dr M Syahril, dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Senin (20/1).

Syahril menyebut, kasus pertama Kraken terdeteksi di Kalimantan Timur, yakni pasien warga Polandia berdasarkan hasil tes PCR 11 Januari 2023. Lalu satu pasien merupakan warga Tangerang Selatan yang baru pulang umrah pada 15 Januari 2023.

Sedangkan 4 kasus Kraken lainnya, yakni:

  • Laki-laki (47),

  • Perempuan berusia 46 tahun sudah booster dengan gejala ringan,

  • Perempuan (22) sudah booster dengan gejala ringan dan tanpa komorbid,

  • Perempuan (36) masih proses penyelidikan.

Jubir Kemenkes M Syahril. Foto: Kemenkes RI

Pengurutan genom lengkap atau whole genome sequencing (WGS) dilakukan di Lab Kemenkes dan BPOM. Setelah menjalani isolasi, semua pasien dinyatakan sembuh.

"Semua ini masih terkendali, kenaikan kasus Kraken tidak begitu terlihat signifikan, tidak seperti lanjutan Omicron seperti sebelumnya," ucap Syahril.

Meski begitu, dia meminta kepada masyarakat tetap taati protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi booster.

"Kita mengimbau masyarakat tetap waspada karena COVID-19 dengan subvarian baru kemungkinan masih tetap ada. Tetap taat prokes, vaksin booster 1 dan 2 menjadi bagian kita semua dalam rangka pengendalian COVID-19," kata Syahril.

Subvarian Kraken

Kraken merupakan subvarian Omicron. Turunan dari BA.1, BA.1.5, kemudian XBB, kemudian BQI, lalu terbaru XBB 1.5.

Berdasarkan kasus serupa yang telah terjadi di Amerika Serikat, varian ini memiliki karakteristik laju penularan yang cukup tinggi dan tidak bergejala. Namun di Indonesia, subvarian ini tidak berpengaruh signifikan.

Berikut gejala varian Kraken:

  1. Batuk

  2. Kelelahan

  3. Pilek

  4. Demam

  5. Mual/muntah

  6. Sakit tenggorokan

  7. Diare

  8. Kehilangan indra penciuman atau anosmia