Kemenkes: Vaksin Pfizer Tahap Awal Didistribusikan di Jabodetabek
·waktu baca 2 menit

Indonesia telah menerima 1,5 juta dosis vaksin corona Pfizer yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Kamis (19/8) lalu. Untuk tahap awal, vaksin ini telah didistribusikan ke wilayah Jabodetabek.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, drg. Widyawati, menuturkan vaksin Pfizer dengan merek COMIRNATY ini diperuntukkan bagi masyarakat umum yang belum sama sekali menerima vaksin.
Ia menjelaskan, pendistribusian ke wilayah Jabodetabek ini dikarenakan sistem logistik penyimpanan vaksin yang lebih kompleks ketimbang jenis vaksin lainnya.
"Vaksin ini harus disiapkan oleh petugas kesehatan yang sudah dilatih menggunakan teknik tertentu dalam menangani rantai dingin. Termasuk cara mencairkan dan mengencerkan vaksin sebelum disuntikkan,” kata Widyawati dalam keterangan Kemenkes, Sabtu (21/8).
Vaksin Pfizer ini harus disimpan dalam tempat penyimpangan khusus, yakni di rantai dingin (cold chain) bersuhu sangat rendah -90 hingga -10 derajat celsius. Vaksin ini juga harus segera digunakan.
Saat ini, sudah ada enam jenis vaksin corona yang digunakan di Indonesia. Keenam vaksin itu adalah vaksin jadi buatan Sinovac, Coronavac dari bulk Sinovac, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer.
"Meski terdapat beberapa jenis vaksin di Indonesia, kami mengimbau masyarakat untuk tidak pilih-pilih vaksin karena pemerintah sudah menjamin keamanan dan khasiat dari vaksin COVID-19 yang digunakan saat ini. Kembali saya tekankan, jangan pilih-pilih vaksin, semuanya aman dan berkhasiat dan segera lakukan vaksinasi," tutur Widyawati.
Vaksin Pfizer sudah mendapatkan emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat dari BPOM pada 14 Juli lalu. Efikasi atau kemanjuran vaksin Pfizer ini mencapai 95,4 persen untuk warga berusia 16 tahun ke atas, dan pada kelompok remaja 12-15 tahun 100 persen.
Secara bertahap, Indonesia total akan mendapatkan 50 juta vaksin Pfizer lewat skema pembelian langsung. Jumlah ini tidak termasuk vaksin yang akan didapatkan melalui skema GAVI/Covax sebesar 4,6 juta dosis dalam beberapa minggu ke depan.
"Pemerintah terus mendatangkan vaksin terbaik dari berbagai produsen dalam rangka mengamankan ketersedian vaksin untuk melindungi 208 juta rakyat Indonesia yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19," tutup Widyawati.
***
Saksikan video menarik di bawah ini:
