Kemenkumham Tak Bisa Pastikan Jumlah WN India ke Bali Saat Pandemi COVID-19

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ratusan warga Mumbai, India mengantre untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Foto: Niharika Kulkarni/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Ratusan warga Mumbai, India mengantre untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Foto: Niharika Kulkarni/Reuters

Ratusan WN India masuk ke Indonesia saat badai penularan virus corona melanda wilayah tersebut pada pertengahan April 2021. Kemenkumham Bali tak bisa memastikan ada atau tidak WN India atau WNI dari India yang berkunjung ke Pulau Dewata pada waktu tersebut.

Kepala Sub-Bagian Humas, Reformasi Birokrasi dan Teknologi Informasi Kanwil Kemenkumham Bali, I Putu Surya Dharma mengatakan, hal tersebut karena penerbangan Bali-India atau sebaliknya nihil. Penerbangan dari dan ke India melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta.

"Enggak bisa kita cek pasti. Kan bisa dia turun di Soetta pakai [penerbangan] domestik ke Bali. Begitu juga pulangnya. Sampai saat ini, saat pandemi tidak ada penerbangan langsung ke Bali," kata dia saat dihubungi, Selasa (27/4).

WN India atau WNI yang baru melakukan penerbangan ke India saat ke Bali biasanya akan melalui penerbangan domestik dengan kategori pelaku perjalanan dalam negeri.

Pemnumpang berfoto di depan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (31/7). Foto: SONNY TUMBELAKA / AFP

Mereka akan diizinkan melakukan perjalanan apabila dokumen perjalanan dinyatakan lengkap seperti syarat PCR atau rapid test antigen. Kelengkapan dokumen perjalanan ini dicek di bandara asal. Surya mengaku untuk data resmi harus berkoordinasi dengan Konsulat India dan juga Imigrasi RI.

"Jadi mereka yang datang ke Bali itu sudah kategori penumpang biasa saat masuk di bandara Internasional Ngurah Rai," kata dia.

Imigrasi catat 475 WN India Yang Masih Berada di Bali

Saat ini, Imigrasi kelas I TPI Ngurah Rai mencatat ada 475 WN India yang berada di Pulau Dewata. Data ini merujuk jumlah Izin Tinggal Tetap (ITAP) atau Izin Tinggal Sementara (ITAS).

"Kalau WNA India tetap ada di Bali. Jadi data itu merupakan WNA India yang sudah tahunan karena dia bekerja atau mempunyai suami/istri warga negara Indonesia," kata Kasi Sarana dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Kelas I Ngurah Rai Putu Suhendra.

Turis Asing di Terminal Kedatangan Internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Suhendra mengaku dalam beberapa bulan terakhir ada WN India yang memohon perpanjangan ITAP atau ITAS ke Imigrasi Ngurah Rai. Namun, dia enggan membeberkan jumlah ITAS atau ITAP yang diterbitkan atau bulan ITAS/ITAB diterbitkan.

"Ada juga yang baru beberapa bulan dan sudah mengurus dokumen. Bulan ini belum kami cek datang dari mana dengan kegiatan apa," kata dia.

Dia mengaku identitas penumpang domestik tetap diperiksa saat tiba di Terminal Domestik I Gusti Ngurah Rai. Namun, tidak ada pendataan secara khusus di Imigrasi Ngurah Rai.

"Pasti kita cek identitas. Itu sudah di airport internasional waktu datang di [Bandara] Soekarno. Kalau domestik tetap juga diperiksa, tapi tidak dicatat Imigrasi lagi karena dia masuk domestik. Mengenai protokol kesehatan pasti dicek [di Bandara Soekarno-Hatta], diswab, dan di airport juga ada e-hac," pungkasnya.