Kemensos-Baznas Bangun Kampung Nelayan & Renovasi Rumah Siswa Sekolah Rakyat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Ketua Baznas Sodik Mudjahid di Kantor Kemensos, Jakarta pada Kamis (7/5/2026). Foto: Dok. Kemensos
zoom-in-whitePerbesar
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Ketua Baznas Sodik Mudjahid di Kantor Kemensos, Jakarta pada Kamis (7/5/2026). Foto: Dok. Kemensos

Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sepakat membangun kolaborasi strategis untuk menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Fokus kerja sama menyasar pada peningkatan kesejahteraan sosial melalui program pemberdayaan hingga sinergi program Sekolah Rakyat dengan dukungan renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) untuk orang tua atau keluarga siswa.

Kolaborasi ini terbangun dalam pertemuan antara Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Ketua Baznas Sodik Mudjahid di Kantor Kemensos, Jakarta pada Kamis (7/5/2026).

Dalam pertemuan ini, Gus Ipul menjelaskan Kemensos dan Baznas akan memperkuat kerja sama pada program-program yang sudah ada. Salah satunya melanjutkan program pemberdayaan dan relokasi keluarga nelayan yang sebelumnya sudah selesai dilaksanakan kepada 93 keluarga di wilayah pesisir, Eretan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

“Kami kerja sama dengan Kabupaten Indramayu yang menyediakan tanah, tanahnya seluas satu hektare. Rumahnya Kementerian Sosial yang membangun lewat program pemberdayaan. Setelah itu infrastrukturnya dan tempat ibadah dibangun oleh Baznas, termasuk tempat untuk UMKM, pemberdayaan UMKM. Nah lalu ada lagi tambahan dari CSR sebuah perusahaan,” kata Gus Ipul.

Untuk mendukung keberlanjutan program, setelah proses relokasi selesai, Kemensos juga memberikan pendampingan dan pemberdayaan, supaya keluarga-keluarga nelayan mampu menjadi keluarga yang lebih mandiri. Ke depan, program ini akan dilanjutkan di beberapa Kabupaten, salah satunya kepada 118 keluarga di Kabupaten Mesuji, Lampung.

“Dan insya Allah kita akan pindah ke beberapa Kabupaten, di antaranya di Kabupaten Mesuji di Provinsi Lampung. Ini juga kami akan kerja sama untuk merelokasi lebih dari 100 keluarga nelayan yang tinggal di bantaran sungai di sana,” terangnya.

Selanjutnya, Gus Ipul menyampaikan kolaborasi juga akan difokuskan dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Yaitu bantuan renovasi rutilahu bagi orang tua atau keluarga siswa Sekolah Rakyat.

“Sekolah Rakyat misalnya, itu sering kami sampaikan, anaknya sekolah, orangtuanya diberdayakan, anaknya lulus sekolah, keluarganya naik kelas. Dalam rangka pemberdayaan itu, keluarga orang tua dari siswa Sekolah Rakyat diberi program-program strategis lain dari Bapak Presiden, misalnya bantuan bagi rumah tidak layak huni,” ungkapnya.

Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Ketua Baznas Sodik Mudjahid di Kantor Kemensos, Jakarta pada Kamis (7/5/2026). Foto: Dok. Kemensos

Bantuan rutilahu khususnya diberikan kepada orang tua atau keluarga siswa yang rumahnya berdiri di atas tanah yang bukan milik sendiri, sehingga tidak dapat diintervensi oleh anggaran pemerintah.

“Tidak semua keluarga atau orang tua siswa Sekolah Rakyat ini bisa dibantu dengan anggaran pemerintah, karena beberapa di antaranya rumahnya berdiri di atas tanah yang bukan milik sendiri. Nah yang seperti ini kita perlu bantuan Baznas, karena Baznas tentu bisa membantu meskipun rumah itu tidak berdiri di atas tanahnya sendiri,” ujar Gus Ipul.

Terakhir, Kemensos berkomitmen mendorong seluruh pegawai untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah lewat Baznas.

“Kami juga akan mengajak masyarakat umum, bila ada yang memiliki keluangan rezeki, bisa juga menyalurkan lewat Baznas, dan sepenuhnya nanti dipergunakan membantu keluarga-keluarga yang paling tidak mampu yang ada di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional,” tambahnya.

Ketua Baznas Sodik Mudjahid mengatakan kerja sama antara Kemensos dan Baznas sangat strategis, karena kedua lembaga memiliki tugas untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan.

Sodik menjelaskan Baznas menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada 8 asnaf (golongan) dan dituangkan dalam fokus pada bidang pendidikan, kesehatan, pembinaan usaha kecil, dakwah, dan juga kemanusiaan.

“Ini adalah bidang-bidang yang bersinggungan, beririsan dengan Kementerian Sosial. Itulah sebabnya kami bertemu, bagaimana ke depan, program-program tersebut lebih terkoordinasi, lebih terfokuskan, sehingga tidak sebatas hanya distribusi charity, berbagi, tapi sesuatu yang berdampak melembaga,” kata Sodik.

Pertemuan ini turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, Staf Khusus Menteri Sosial bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin Ishaq Zubaedi Raqib.

Lalu, Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Baznas Idy Muzayyad, Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Imdadun Rahmat, serta pejabat terkait lainnya.