Kemensos Pastikan Kesehatan Siswa Sekolah Rakyat Terjaga di Tengah Karhutla

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kemensos melalui BBPPKS Banjarmasin dan Kemenkes berikan layanan kesehatan, vitamin, dan play therapy bagi siswa Sekolah Rakyat di Kalteng untuk jaga fisik dan psikologis di tengah Karhutla (27-31/8/2026). Foto: Dok. Kemensos
zoom-in-whitePerbesar
Kemensos melalui BBPPKS Banjarmasin dan Kemenkes berikan layanan kesehatan, vitamin, dan play therapy bagi siswa Sekolah Rakyat di Kalteng untuk jaga fisik dan psikologis di tengah Karhutla (27-31/8/2026). Foto: Dok. Kemensos

Di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, Kementerian Sosial berikhtiar menjaga kesehatan dan kondisi psikologis siswa Sekolah Rakyat.

Melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Kemensos menghadirkan layanan kesehatan bagi siswa Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Kegiatan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 dengan melibatkan empat perawat dari Tim Kesehatan BBPPKS Banjarmasin dan satu dokter dari Crisis Center Kementerian Kesehatan. Tim mengunjungi Sekolah Rakyat di Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas, Kotawaringin Timur, dan Katingan.

Di setiap lokasi kunjungan, tim memberikan edukasi kesehatan, pemeriksaan kondisi siswa, serta pemberian vitamin dan obat-obatan sesuai kebutuhan. Tim juga melakukan kunjungan ke asrama untuk melihat secara langsung kondisi siswa yang sedang sakit dan memastikan mereka mendapatkan perhatian serta tindak lanjut yang diperlukan.

Salah satunya dilakukan di SRT 1 Kotawaringin Timur. Tim memberikan edukasi kesehatan dan vitamin sekaligus mengunjungi siswa yang sedang sakit di asrama. Pendekatan langsung ini dilakukan untuk memastikan kondisi siswa dapat terpantau, termasuk bagi mereka yang tidak dapat mengikuti kegiatan bersama di lingkungan sekolah.

Kemensos melalui BBPPKS Banjarmasin dan Kemenkes berikan layanan kesehatan, vitamin, dan play therapy bagi siswa Sekolah Rakyat di Kalteng untuk jaga fisik dan psikologis di tengah Karhutla (27-31/8/2026). Foto: Dok. Kemensos

Hasil pemeriksaan kesehatan siswa kemudian dilaporkan kepada pihak sekolah untuk menjadi perhatian dan ditindaklanjuti ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila diperlukan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah untuk memastikan anak-anak Sekolah Rakyat mendapatkan perhatian secara utuh, terlebih di tengah kondisi Karhutla yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan,” ujar Plt. Kepala BBPPKS Banjarmasin Imam Imaduddin Hamdan.

Menurut Imam, perhatian terhadap siswa tidak berhenti pada pemeriksaan kondisi fisik. Dalam setiap kunjungan, tim juga berupaya menciptakan suasana yang membuat anak tetap nyaman, ceria, dan mendapatkan dukungan secara psikologis.

Karena itu, selain layanan kesehatan, rangkaian kegiatan di setiap titik juga diisi dengan play therapy dan ice breaking. Melalui aktivitas tersebut, siswa diajak berinteraksi, bergerak, bermain, dan membangun suasana positif di tengah situasi lingkungan yang terdampak kabut asap.

Suasana hangat terlihat saat tim berada di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Gunung Mas. Imam Imaduddin Hamdan tampak bersemangat memandu ice breaking di hadapan ratusan siswa.

Permainan dan aktivitas ringan membuat siswa dapat sejenak melepas ketegangan dan kembali berinteraksi dengan teman-temannya. Bagi tim, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan dukungan yang lebih menyeluruh kepada anak.

“Kami ingin anak-anak tetap merasa aman, diperhatikan, dan mendapatkan dukungan. Kesehatan fisik dan kondisi psikologis mereka sama-sama penting, karena keduanya mendukung proses belajar dan tumbuh kembang anak,” kata Imam dalam keterangan tertulis, Minggu (30/8/2026).

Ia mengatakan, kondisi Karhutla membuat edukasi mengenai kesehatan menjadi semakin penting. Anak-anak perlu memahami langkah-langkah sederhana untuk menjaga kesehatan dan mengenali kondisi tubuh ketika mengalami keluhan.

“Harapannya, anak-anak tetap sehat, tetap bisa belajar dengan baik, dan tidak kehilangan semangat meskipun berada dalam situasi lingkungan yang kurang ideal. Pemerintah hadir untuk memberikan dukungan sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya.

Di balik rangkaian layanan kesehatan tersebut, terdapat sebuah momen sederhana yang memberikan kesan mendalam bagi tim.

Kemensos melalui BBPPKS Banjarmasin dan Kemenkes berikan layanan kesehatan, vitamin, dan play therapy bagi siswa Sekolah Rakyat di Kalteng untuk jaga fisik dan psikologis di tengah Karhutla (27-31/8/2026). Foto: Dok. Kemensos

Wanda Cantika, salah satu siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Gunung Mas, menyampaikan rasa terima kasihnya melalui secarik surat yang ditulis dengan tangannya sendiri.

Dalam surat tersebut, Wanda mengungkapkan bahwa dirinya merasa “sangat bahagia” karena mendapat kunjungan dari tim Kementerian Sosial yang memberikan obat-obatan.

Wanda juga mengucapkan terima kasih kepada tim yang telah hadir dan memberikan perhatian kepada mereka. Surat tersebut ditutup dengan kalimat sederhana. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.”

Secarik surat dengan tulisan tangan seorang anak itu menjadi pengingat bagi tim bahwa perhatian sederhana dapat memiliki arti yang besar.

Kegiatan layanan kesehatan di berbagai Sekolah Rakyat di Kalimantan Tengah merupakan bagian dari upaya memastikan anak-anak tetap mendapatkan dukungan di tengah kondisi lingkungan akibat Karhutla.

Pendekatan yang dilakukan tidak hanya menyasar siswa yang mengalami keluhan kesehatan. Tim juga memberikan edukasi kepada siswa, memantau kondisi mereka, mengunjungi siswa yang sedang sakit di asrama, serta menghadirkan aktivitas yang mendukung suasana psikologis anak.

Setiap kunjungan juga menjadi kesempatan untuk melihat kondisi siswa secara lebih menyeluruh sekaligus memastikan apabila terdapat siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat segera dikoordinasikan dengan pihak sekolah dan fasilitas pelayanan kesehatan.