Kemensos Salurkan Bantuan Logistik Korban Banjir Bandang Solok

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan kedaruratan berupa logistik untuk korban bencana banjir bandang yang melanda kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9) malam. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa Kemensos menjalankan tugas penanganan kedaruratan sesuai arahan Presiden Prabowo dengan mengerahkan dukungan logistik dan layanan yang diperlukan bagi warga terdampak bencana. “Ya, kita semua bantu sesuai dengan arahan Bapak Presiden. Kementerian Sosial ditugaskan untuk membantu pada saat kedaruratan dengan dapur umum, dengan logistik yang ada di Kementerian Sosial, tentu bersama dengan lembaga yang lain,” kata Gus Ipul.

Banjir bandang atau galodo terjadi sekitar pukul 19.45 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Solok. Longsor pada bukit di sekitar aliran Sungai Batang Laso membawa material pasir, batu, lumpur, dan air hingga menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok dan wilayah sekitarnya. Lebih lanjut, Gus Ipul menambahkan bahwa penanganan bencana banjir bandang di Solok dilakukan secara terpadu dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan lembaga terkait lainnya. “Kita berada di belakang atau makmum dengan BNPB atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Nah, setelah kedaruratan selesai nanti kita membantu pemulihan sosial ekonominya,” katanya. Sebagai respons awal, Kemensos telah menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak selama masa kedaruratan, dengan total keseluruhan nilai bantuan sebesar Rp253.862.860. Bantuan logistik disalurkan melalui Gudang Kemensos di Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat dan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang.
Gudang di Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat menyalurkan bantuan berupa 70 lembar selimut, 180 paket makanan siap saji, 30 paket tenda gulung, 80 paket makanan anak, dan 50 paket kasur dengan total nilai bantuan Rp75.509.310. Sementara itu, BBPPKS Padang menyalurkan bantuan berupa 900 paket lauk pauk siap saji, 100 lembar kasur, 100 lembar selimut, 50 paket family kit, 50 paket kidsware, 100 paket sandang anak, serta satu unit tenda serbaguna dengan total nilai bantuan Rp178.353.550. Berdasarkan data yang dihimpun, empat warga mengalami luka akibat bencana. Tiga orang mengalami luka ringan, sementara satu korban mengalami luka berat dan telah dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sekitar 50 warga juga dilaporkan mengungsi sementara di tiga lokasi, yaitu Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok. Selain berdampak pada permukiman warga, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pemerintahan. Dua kantor, yakni Kantor Dinas PUPR dan Kantor DPMN Kabupaten Solok, dilaporkan tertimbun material dengan tingkat kerusakan berat. Sejumlah kantor pemerintahan lainnya juga terdampak. Data sementara mencatat sekitar 100 rumah warga terdampak material banjir bandang. Pendataan dan verifikasi masih dilakukan oleh BPBD Kabupaten Solok. Bencana juga menyebabkan satu jembatan penghubung jalan utama Arosuka tertimbun material dan belum dapat dilalui, serta Masjid Kayu Aro turut terdampak material longsor.
Gus Ipul menegaskan dukungan Kemensos tidak berhenti pada masa kedaruratan. Setelah kondisi memasuki tahap pemulihan, Kemensos akan memberikan dukungan sesuai hasil asesmen dan kebutuhan korban terdampak. “Kalau misalnya ada rumahnya rusak, itu kita bantu untuk membeli isi hunian rumah,” ujar Mensos. Ia menambahkan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data yang telah dihimpun, dengan standar penanganan yang sama di berbagai daerah terdampak bencana. “Jadi Kementerian Sosial terus menyalurkan berdasarkan data-data yang ada, di Sumatera, di NTT, dan juga di berbagai daerah lain, semuanya sama standarnya,” pungkasnya.
