Kemensos Tambah Bantuan Logistik untuk Korban Gempa NTT Melalui Jalur Laut

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kemensos membangun dapur umum dan menyalurkan bantuan logistik kepada korban gempa di NTT. dok  Foto: Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Kemensos membangun dapur umum dan menyalurkan bantuan logistik kepada korban gempa di NTT. dok Foto: Kemensos RI

Kemensos menambah bantuan bagi masyarakat terdampak gempa NTT melalui pengiriman bantuan menggunakan jalur laut. Bantuan logistik dari gudang Sentra Efata Kupang mulai diberangkatkan dari pelabuhan Bolok Kupang menggunakan KMP Ile Laba Lekan, Minggu (16/8/2026) malam, menuju pelabuhan Ende.

“Kapal yang membawa bantuan pada malam ini sudah berlayar dengan membawa bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana. Proses loading bantuan ke dalam truk juga sudah selesai” kata Wamensos Agus Jabo Priyono, Minggu (16/8/2026).

Kemensos membangun dapur umum dan menyalurkan bantuan logistik kepada korban gempa di NTT. dok Foto: Kemensos RI

Bantuan yang dibawa terdiri dari 824 makanan anak, 600 family kit , 600 kids ware, 513 kasur, 600 selimut, 500 tenda gulung, 101 velbed, 150 Sandang Dewasa, 10 tenda keluarga dan 2 tenda serba guna dengan nilai bantuan mencapai Rp 1,232,260,498. Bantuan tersebut akan diberikan untuk Kabupaten Ende, Nagekeo, Sikka, dan Manggarai.

Selain itu kapal juga membawa bantuan dari BNPB, Dinas Sosial Prov. NTT, ASDP, dan terdapat personel dari Polri.

“Penanganan bencana ini tidak lepas dari koordinasi dengan BNPB, Pemerintah Daerah, Tagana dan pihak terkait,” kata Agus Jabo.

Kemensos membangun dapur umum dan menyalurkan bantuan logistik kepada korban gempa di NTT. dok Foto: Kemensos RI

KMP Ile Laba Lekan diperkirakan sampai pada Senin (17/8) pukul 9 pagi waktu setempat.

Berdasarkan data penanganan bencana hingga Minggu (16/8/2026) pukul 19.21 WITA, gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (15/8) telah berdampak terhadap 1.528 kepala keluarga. Sebanyak 5.659 jiwa mengungsi, 51 orang meninggal dunia, dan 137 orang mengalami luka-luka.