Kemensos Terus Kirim Bantuan Korban Gempa dan Konflik Sosial Maluku Utara
·waktu baca 3 menit

Kementerian Sosial (Kemensos) terus menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam dan konflik sosial di Maluku Utara secara berkelanjutan hingga kondisi stabil.
Bantuan tersebut meliputi bantuan pemenuhan kebutuhan hidup, juga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dan pascakonflik.
“Jika terjadi bencana atau konflik sosial, Kemensos memiliki tugas menangani atau memberikan bantuan pada saat kejadian dan pasca-kejadian. Jadi pada saat rehabilitasi atau rekonstruksi,” kata Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) Penanganan Pascabencana dan Pascakonflik Sosial di Maluku Utara yang digelar di Kantor Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK), Selasa (28/4/2026).
Gempa Bumi yang melanda Maluku Utara pada 2 April lalu menyebabkan 772 warga Kecamatan Batang Dua mengungsi dan banyak bangunan rusak. Sebanyak 3 gereja dan 60 rumah mengalami rusak ringan, 2 gereja dan 25 rumah mengalami rusak sedang, serta 1 gereja dan 28 rumah mengalami rusak berat.
Selain bencana alam, konflik sosial terjadi di Maluku Utara pada 3 April lalu. Perselisihan antara warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kec. Patani Barat, Kab. Halmahera Tengah, Prov. Maluku Utara tersebut menimbulkan 2 korban jiwa, 1 orang luka berat dan 5 orang menderita luka ringan.
Akibat dari bentrokan antara dua desa tersebut, 84 rumah dan 1 gereja terbakar dan menyebabkan 629 jiwa terdampak, 580 orang di antaranya mengungsi secara mandiri ke hutan saat bentrokan terjadi.
Untuk penanganan pascabencana dan pascakonflik sosial, Kemensos telah menyalurkan bantuan dari dua lumbung sosial yaitu Gudang Provinsi Maluku Utara dan Gudang Sentra Wasana Bahagia Ternate.
Bantuan dari Gudang Provinsi berupa 100 unit kasur, 50 lembar selimut, 30 paket kidsware, 50 lembar tenda gulung, 2 unit toilet portable dan juga 3 unit tenda serbaguna keluarga.
Adapun bantuan dari Sentra Wasana Bahagia berupa 165 unit kasur, 480 paket makanan anak, 500 paket lauk siap saji, 220 lembar tenda gulung, 750 paket makanan siang saji, 210 paket family kit, 104 paket kidsware, 200 lembar selimut 100 paket sandang anak, 9 unit tenda serba guna, 10 unit tenda keluarga, 2 lampu emergency portable.
Tak hanya pemenuhan kebutuhan hidup, Kemensos juga menyediakan berbagai layanan untuk menunjang pemulihan warga hingga kondisi mereka stabil.
Layanan yang diberikan oleh Kementerian Sosial antara lain dapur mandiri, layanan lingkungan pengungsian, Mandi Cuci Kakus (MCK), laundry, air bersih, tempat ibadah, dukungan psikososial, serta layanan hiburan dan kesehatan.
Agus Jabo juga menjelaskan bahwa penanganan pascabencana dan pascakonflik di Maluku Utara dibagi dalam tiga tahap. Yaitu penanganan jangka pendek,jangka menengah dan jangka panjang. Penanganan jangka pendek yang telah dilakukan ialah pemenuhan kebutuhan dasar, layanan dukungan sosial, verivikasi data korban dan kerusakan, dan penambahan bufferstock logistik bila diperlukan.
Jika bantuan yang telah diberikan tersebut kurang memadai, Agus Jabo pun membuka kesempatan bagi kepala daerah untuk mengajukan kebutuhan kembali kepada Kemensos.
“Jadi jika diperlukan penambahan bufferstok logistik, silakan Pak Bupati atau Bu Gubernur mengirimkan usulan ke Kemensos supaya nanti secepatnya bisa kita tindaklanjuti,” jelasnya.
Penanganan jangka menengah meliputi penyaluran bantuan stimulan bagi warga rentan terdampak berupa bantuan jaminan hidup, isian rumah dan santunan ahli waris.
Sementara penanganan jangka panjang yang diberikan berupa penguatan pencegahan di wilayah rawan konflik sosial berbasi komunitas berupa bantuan keserasin sosial pembangunan renovasi gereja dan bantuan kearifan lokal berupa alat kesenian.
Selain Agus Jabo, berbagai pihak turut hadir untuk membahas kerjasama penanganan pascabencana dan pascakonflik Maluku Utara. Di antaranya Menko PMK Pratikno, Menko Polkam Djamari Chaniago, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BIN Muhammad Herindra, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, dan Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji juga hadir dalam Rapat Tingkat Menteri tersebut.
