Kementerian Agama Rilis Video Musik Untuk Bentengi Anak dari Pedofil

Beberapa waktu lalu polisi menangkap jaringan pedofil yang beroperasi secara online di Indonesia dan berafiliasi dengan jaringan internasional. Mereka menyasar anak-anak dan menyebarkan video porno aksi pedofil di grup media sosial.
Meski kini banyak beroperasi di dunia maya, orang tua tetap harus mewaspadai aksi para pedofil yang melancarkan aksinya secara langsung di dunia nyata. Seperti yang terjadi pada pertengahan Januari lalu di kota Sorong, Papua Barat dimana bocah berusia 5 tahun dicabuli dan dibunuh oleh 3 orang pemuda berusia sekitar 20 tahun.
Selain itu kita dapat merujuk pada kasus yang lebih lama seperti kasus Robot Gedek alias Siswanto yang mencabuli belasan anak di Jakarta dan memutilasi para korbannya tersebut. Lalu juga ada kasus pedofilia yang dilakukan Emon, dimana ia divonis 17 tahun penjara pada tahun 2014 lalu setelah mencabuli ratusan anak dibawah umur.
Di dunia nyata, pelaku pedofil tersebut menggunakan cara-cara pendekatan yang amat halus. Mereka akan menjalin kedekatan dengan si anak dengan menjadi sahabat atau sosok yang membuat si anak merasa nyaman. Setelah kepercayaan si anak didapat, barulah aksi kekerasan seksual tersebut dilakukan.
Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengedukasi anak agar dapat melindungi diri sendiri ketika berada diluar pengawasan orang tua.
Kementerian Agama Republik Indonesia melalui akun instagramnya merilis sebuah video musik yang dapat digunakan orang tua untuk mengajari anaknya agar lebih waspada terhadap gerak-gerik orang asing yang hendak menyentuh mereka.
Dalam video tersebut Kementerian Agama menekankan bagian-bagian tubuh anak yang "haram" disentuh orang asing. Dengan media video musik yang interaktif tersebut diharapkan anak-anak akan lebih cepat paham dan dapat melindungi diri sendiri dari ancaman para pedofil.
