Kementerian Pertahanan AS Selidiki Penggunaan Helikopter Medis Saat Demo

Pejabat Pertahanan AS mengatakan sedang melakukan penyelidikan terhadap penggunaan helikopter evakuasi medis dengan simbol Palang Merah dalam aksi protes antirasialisme pada Senin (1/6) lalu.
Dilansir AFP, helikopter tersebut terbang rendah tidak jauh dari massa dan menggunakan rotornya untuk membubarkan massa. Teknik tersebut memang biasa digunakan oleh militer saat perang untuk memaksa masyarakat membubarkan diri.
Tindakan tersebut menuai kritik, apalagi helikopter tersebut membawa simbol internasional Palang Merah yang pada masa perang digunakan sebagai simbol netralitas demi merawat orang-orang yang terluka dan tenaga medis.
Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan telah memerintahkan penyelidikan terhadap penggunaan helikopter tersebut yang dioperasikan oleh pasukan Garda Nasional Washington DC, yang diawasi oleh Pentagon.
Esper mengaku tahu bahwa helikopter tersebut tidak dalam misi evakuasi, dan aktivitasnya tampak "tidak aman".
"Ada laporan yang saling bertentangan. Saya pikir kita perlu membiarkan tentara melakukan penyelidikan dan kembali dan melihat apa faktanya," kata Esper, Rabu (3/6).
Mayor Jenderal William J. Walker, komandan jenderal Pengawal Nasional untuk ibu kota AS juga mengungkapkan telah memerintahkan penyelidikan segera.
"Saya memegang semua anggota Garda Nasional Distrik Columbia dengan standar tertinggi," katanya.
Dalam sepekan ini, demo menentang rasialisme dan kebrutalan polisi yang mengakibatkan kematian pria Afrika-Amerika George Floyd pecah di seluruh AS. George Floyd tewas setelah lehernya ditindih dengan lutut salah satu anggota polisi Minneapolis.
==========
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
