Kementerian PUPR: Bendungan dan Jalan Nasional Aman dari Gempa Lombok

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) langsung mengidentifikasi kerusakan infrastruktur di Pulau Lombok dan Sumbawa akibat gempa 6, 4 magnitudo. Identifikasi tersebut atas perintah Presiden Jokowi.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, Asdin Julaidy, menyampaikan kondisi infrastruktur PUPR di bidang sumber daya air, terutama 9 bendungan yang sudah dibangun dalam kondisi baik.

Yakni Bendungan Batu Jai, Pengga, Pandanduri dan Suwangi di Pulau Lombok dan Bendungan Batu Bulan, Mamak, TIu Kulit, Gapit, Pelaparado dan Sumi di Pulau Sumbawa.
"Tiga bendungan yang sedang dalam tahap konstruksi, yakni Bendungan Bintang Bano, Tanju dan Mila, semuanya juga dalam kondisi aman. Demikian halnya dengan jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier dilaporkan dalam kondisi operasional," jelas Asdin dalam rilis Kementerian PUPR, Minggu (29/7).

Di bidang Bina Marga, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX Mataram, Budiamin, melaporkan kondisi jalan nasional di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa usai gempa tidak ada yang terputus.

Namun, tercatat jembatan Kokok Koangan di ruas Jalan Pamenang-Bayan KM 70+700 di Kabupaten Lombok Utara mengalami penurunan oprit atau timbunan tanah sebesar 5 centimeter.
"Namun dipastikan, struktur jembatan dilaporkan masih aman dan layak dilalui kendaraan roda dua dan roda empat," imbuh Budiaman.

Di bidang perumahan, kondisi terparah terjadi di Kabupaten Lombok TImur bagian Utara, terutama di Kecamatan Sambelia, dan Sembalun, serta di Kabupaten Lombok Utara, yakni Kecamatan Bayan, Gangga, Tanjung, Pemenang, dan Kayangan. Diperkirakan sebanyak 360 rumah rusak ringan dan 398 rumah rusak berat.
Kondisi 8 unit Rusun yang sedang dibangun oleh Kementerian PUPR di Pulau Lombok, termasuk 2 unit rusun di Kabupaten Lombok Timur, dan 6 unit Rusun di Pulau Sumbawa dalam kondisi aman.

Rumah khusus yang sedang dibangun pun tidak terdampak gempa, yakni 1 paket rusus di Pulau Lombok dan 5 paket di Pulau Sumbawa.
Untuk memastikan kebutuhan lainnya, terutama air bersih dan sanitasi bagi para pengungsi, tim Ditjen Cipta Karya dan Balitbang PUPR akan diberangkatkan menuju Pulau Lombok, Senin (30/7).
