Kemeriahan Kunjungan Raja Saudi Tahun 1970 dan 2017

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, telah tiba di Indonesia sejak Rabu, 1 Maret 2017. Rencananya, Raja Salman dan rombongan akan berada di Indonesia hingga 9 Maret 2017.
Kunjungan Raja Salman ini adalah kunjungan yang bersejarah karena terakhir kali kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia adalah 47 tahun lalu. Saat itu Raja Arab Saudi Faisal bin Abdulaziz al-Saud mengunjungi Indonesia pada 10-13 Juni 1970.
Apa perbedaan kegiatan mereka?
1. Sambutan yang Meriah
Raja Faisal
Pada 10 Juni 1970, setibanya di Bandara Internasional Kemayoran, Jakarta, Raja Faisal disambut secara meriah oleh Presiden Soeharto, para menteri Kabinet Pembangunan, korps diplomatik di ibu kota, serta pemuka-pemuka masyarakat Islam dan pejabat-pejabat tinggi lainnya.
Iring-iringan mobil Raja Faisal menuju Istana Negara Jakarta juga disambut oleh deretan panjang warga ibu kota yang berdiri di pinggir jalan. Kunjungan Raja Faisal saat itu terjadi atas undangan Presiden Soeharto dalam rangka membina persahabatan yang lebih kekal antara kedua bangsa.

Raja Salman
Tak jauh berbeda. Kunjungan Raja Salman ke Indonesia atas undangan Presiden Jokowi juga disambut secara meriah. Kedatangan Raja Salman di Bandara Halim Perdanakusuma pada 1 Maret 2017 disambut langsung oleh Presiden Jokowi, sejumlah menteri Kabinet Kerja, serta Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Sejumlah warga di sekitar bandara tampak antusias ingin melihat kehadiran Raja Salman. Iring-iringan mobil Raja Salman dari bandara menuju Istana Bogor pun disambut meriah oleh deretan panjang warga yang berdiri di tepi jalan. Bahkan warga Bogor tetap antusias menyambut Raja Salman meski mereka diguyur hujan.

Baca selengkapnya: Gempita Rakyat Indonesia Menyambut Raja Saudi 1970 dan 2017
2. Pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta
Raja Faisal
Saat berkunjung ke Indonesia tahun 1970 lalu, Raja Faisal secara khusus bertemu dengan Ali Sadikin yang kala itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pertemuan yang bertempat di Wisma Negara itu dihadiri juga oleh Sekretaris Negara Haji Alamsyah, para menteri Kabinet Pembangunan dan pemuka agama.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada 11 Juni 1970 itu Ali Sadikin secara khusus memberikan sambutan penghormatan dengan menyerahkan lambang kota sebagai kenang-kenangan. Selain itu, Ali Sadikin juga memberikan lambang kunci kota Jakarta Raya sebagai lambang kehormatan bagi tamu negara.

Raja Salman
Adapun dalam kunjungan pada Maret 2017 ini, tak ada agenda pertemuan khusus antara Raja Salman dengan Ahok yang saat ini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Namun begitu, Ahok turut menyambut kedatangan Raja Salman di Bandara Halim Perdanakusuma. Bahkan Raja Salman juga menyalami Ahok setelah diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo.

Simak selengkapnya: Membandingkan Pertemuan Ahok-Raja Salman dan Ali Sadikin-Raja Faisal
3. Kehadiran Ibu Negara Indonesia
Raja Faisal
Setibanya di Istana Negara, Raja Faisal disambut oleh jajaran menteri Kabinet Pembangunan. Dalam acara penyambutan itu, Ibu Negara Siti Hartinah yang akrab disapa dengan sebutan Ibu Tien juga turut hadir.
Ibu Tien menggunakan kebaya model kutu baru dan jarik batik. Rambutnya disanggul. Telinganya dihiasi dengan anting mutiara. Ia duduk di sebuah sofa dekat Presiden Soeharto, suaminya. Ibu Tien pun turut terlibat dalam interaksi dengan Raja Faisal dan para delegasi Arab Saudi.

Raja Salman
Sementara dalam kunjungan tahun ini, Iriana Jokowi tak terlihat dalam acara penyambutan di bandara maupun penyambutan di Istana Bogor. Dalam sesi pertemuan terbuka untuk media, Iriana pun tak terlihat.
Namun bukan tidak mungkin Raja Salman dan Iriana Jokowi bertemu dalam kesempatan yang tidak diliput media.
Baca juga: Kehadiran Ibu Tien Dalam Pertemuan dengan Raja Faisal Tahun 1970

4. Isi Pidato Raja Saudi di Gedung DPR RI
Raja Faisal
Dalam kunjungannya ke Indonesia 47 tahun lalu, Raja Faisal menyempatkan diri mengunjungi Gedung DPR-GR RI dan menyampaikan pidato. Isi pidato Raja Faisal saat itu antara lain menyerukan agar seluruh umat agama bersatu dalam menghadapi dan melawan golongan atau aliran-aliran yang hendak menghancurkan dan memusuhi agama.
Ditegaskan pula oleh raja Faisal bahwa saat itu Indonesia dan Arab Saudi tengah menemui kerja berat dalam menghadapi paham-paham yang mau merusak dan menimbulkan kekacauan dunia. Paham-paham itu adalah komunisme dan zionisme.

Raja Salman
Adapun pada kunjungannya ke Gedung DPR RI pada Kamis, 2 Maret 2017, Raja Salman juga menyampaikan pidato yang isinya adalah seruan untuk menyatukan barisan dalam menghadapi tantangan yang ada saat ini serta melakukan koordinasi dalam melakukan berbagai upaya dan sikap yang dapat memberikan manfaat bagi Indonesia dan Arab Saudi, serta keamanan dan perdamaian dunia.
Tantangan yang disebut oleh Raja Salman itu antara lain fenomena terorisme, benturan peradaban, tidak adanya penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta intervensi terhadap urusan dalam negeri negara lain.

Simak juga: Pidato Lengkap Raja Salman di DPR
5. Tempat Salat Raja Saudi di Indonesia
Raja Faisal
Pada Jumat, 12 Juni 1970, usai memberikan amanatnya di Sidang Istimewa DPR, Raja Faisal beserta rombongan melakukan salat Jumat di Masjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Usai salat Jumat, Raja Faisal mengunjungi Masjid Istiqlal yang saat itu tengah dibangun. Bahkan Raja Faisal turut menyumbang sebanyak 15 ribu dolar AS untuk pembangunan masjid tersebut.

Intip juga: Raja Faisal Salat Jumat di Masjid Al Azhar, Bagaimana Raja Salman?
Raja Salman
Pada Kamis, 2 Maret 2017, Raja Salman dan rombongan juga mengunjungi Masjid Istiqlal. Di Istiqlal, Raja Salman melakukan salat sunnah Tahiyatul Masjid sebanyak dua rakaat.
Usai melakukan salat, Raja Salman memberikan kenang-kenangan kepada Masjid Istiqlal berupa kiswah yang dibuat dari benang emas. Potongan kain penutup Kakbah pemberian Raja Salman itu nantinya akan dibingkai dalam frame dan dipajang di Masjid Istiqlal.
Belum diketahui hingga saat ini Raja Salman akan salat Jumat di mana.

Lihat juga: Raja Salman Hadiahi Masjid Istiqlal Kiswah Benang Emas
6. Video Kegiatan Raja Saudi
Raja Faisal
Selama di Indonesia, kegiatan resmi Raja Faisal direkam oleh petugas dokumentasi Pemerintah Indonesia dan tersimpan dalam Arsip Nasional. Cuplikan video tersebut dapat dilihat di bawah ini.
Raja Salman
Adapun dalam kunjungan Raja Salman pada Maret 2017 ini, Presiden Jokowi tanpa sungkan merekam sendiri kegiatannya bersama Raja Salman. Kegiatan yang lebih populer disebut nge-vlog alias membuat video blog itu Jokowi lalukan di sela-sela kegiatan makan siangnya bersama Raja Salman dan hasilnya sudah diunggah di akun Facebook dan Youtube Presiden Joko Widodo.
Aksi merekam video ala Jokowi yang seolah tak mau kalah dengan anak muda, kalangan pers, dan petugas dokumentasi pemerintah itu dapat disaksikan di bawah ini.
