Kemhan Hentikan Latsarmil SPPI, Diganti Program Bela Negara dan Manajerial

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peserta Diklat SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan mengikuti upacara pembukaan diklat, Juni 2026. Foto: IG/@puskompetensi_bela_negara
zoom-in-whitePerbesar
Peserta Diklat SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan mengikuti upacara pembukaan diklat, Juni 2026. Foto: IG/@puskompetensi_bela_negara

Kementerian Pertahanan RI (Kemhan) menghentikan format lama terkait program Latihan Dasar (Latsar) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih/Kampung Nelayan Merah Putih (KDKMP/KNMP).

Kepala Biro Informasi Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan kegiatan tersebut nantinya akan diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial.

"Yang dapat kami sampaikan, format kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai Latsarmil SPPI telah dievaluasi dan tidak lagi dilaksanakan dalam bentuk sebelumnya. Saat ini kegiatan diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial," kata Rico saat dikonfirmasi, Selasa (30/6).

Rico menjelaskan, penyesuaian format ini dilakukan agar kegiatan lebih proporsional dengan latar belakang peserta sebagai warga sipil. Materi teknis dan taktis militer sudah dihilangkan, termasuk kegiatan menembak.

Sebagian peserta Diklat SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih, Juni 2026. Foto: Instagram/@kolatkoarmada1

"Saat ini juga tidak ada lagi latihan fisik. Yang ada hanya olahraga ringan untuk kebugaran, seperti senam pagi dan jalan kaki ringan. Kegiatan tersebut juga tidak bersifat wajib dan tetap menyesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta," jelasnya.

Lebih lanjut, Rico mengatakan fokus kegiatan saat ini diarahkan pada pembentukan karakter, disiplin, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, kerja sama, serta pembekalan manajerial yang relevan dengan tugas peserta sebagai calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Prinsipnya, keselamatan dan kesehatan peserta menjadi prioritas utama.

Sebelumnya, Kemhan RI memberikan santunan kepada keluarga lima peserta Latsar SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih/Kampung Nelayan Merah Putih (KDKMP/KNMP).

Kelima orang itu meninggal dunia saat pelaksanaan Latsar akibat masalah kesehatan