Kemhan: Pendidikan Komcad Bentuk Mental dan Rasa 'Tepo Seliro'

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Upacara Pembukaan Pendidikan Komcad (Komite Cadangan) Kementerian dan Lembaga Gelombang ke-2 di Jakarta Timur, Senin (24/8). Foto: Joakhim Tharob/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Upacara Pembukaan Pendidikan Komcad (Komite Cadangan) Kementerian dan Lembaga Gelombang ke-2 di Jakarta Timur, Senin (24/8). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan (Kemhan) Letjen TNI Gabriel Lema mengatakan pendidikan Komponen Cadangan (Komcad) tidak hanya membentuk kemampuan dasar kemiliteran, tetapi juga membangun rasa kebersamaan di antara peserta.

Ia mengatakan pengalaman pada pendidikan Komcad gelombang pertama menunjukkan adanya ikatan kekeluargaan yang tumbuh di antara para peserta meski berasal dari instansi berbeda.

“Melalui latihan militer di gelombang pertama hal yang terungkap langsung dari seluruh ASN adalah terbentuknya kebersamaan, kekeluargaan, persatuan dan kesatuan,” kata Gabriel usai upacara pembukaan Pendidikan Komcad Kementerian dan Lembaga Gelombang ke-2 di Jakarta Timur, Senin (24/8).

Doorstop Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema seusai upacara pembukaan pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) gelombang ke-2 di Jakarta Timur, Senin (24/8). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

Menurutnya, interaksi selama pendidikan juga mendorong peserta memiliki rasa tepo seliro atau saling memiliki satu sama lain, terlepas dari latar belakang kementerian atau lembaga masing-masing.

“Saling berinteraksi, saling tenggang rasa, tepo seliro antara satu kementerian lembaga dengan kementerian lembaga yang lain, ini sangat-sangat mulia,” ujarnya.

Pendidikan Komcad Kementerian dan Lembaga Gelombang ke-2 sendiri resmi dimulai pada Senin (24/8). Berdasarkan data Biro Humas Kemhan, sebanyak 2.065 peserta dari 50 kementerian/lembaga mengikuti pendidikan tersebut.

Peserta terdiri dari 1.317 putra dan 748 putri. Pendidikan akan berlangsung selama sekitar 1,5 bulan dan dijadwalkan berlangsung hingga 8 Oktober 2026, dengan pelaksanaan di lima satuan pendidikan yang telah ditentukan Kemhan.