Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Kemhan-Stafsus Sjafrie Tinjau PTDI: Gen Z-Milenial Tak Paham Karya Anak Bangsa
26 Februari 2025 12:38 WIB
·
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Kemhan bersama Staf Khusus Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bidang komunikasi sosial dan publik, Deddy Corbuzier, melakukan kunjungan ke PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/2).
ADVERTISEMENT
Deddy didampingi dengan Kepala Biro (Karo) Infohan Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang juga jajaran direksi PTDI.
Deddy melihat langsung proses produksi pesawat dan teknologi kedirgantaraan yang dikembangkan PTDI.
Setelah meninjau fasilitas produksi, Deddy sempat melihat berbagai produk unggulan PTDI, seperti pesawat karya anak bangsa CN235 dan N219.
Ia sempat menaiki pesawat CN235 bersama dengan Frega. Mereka sempat duduk di kabin pesawat sambil mendengarkan spesifikasi CN235 dari jajaran PTDI.
Setelah itu, Deddy mencoba simulator untuk menerbangkan pesawat N219 milik PTDI. Sambil dipandu oleh salah satu jajaran PTDI.
Deddy Sebut Banyak Milenial dan Gen Z Belum Paham Karya Anak Bangsa
ADVERTISEMENT
Setelah meninjau, Deddy menyoroti kurangnya pemahaman generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, terhadap industri kedirgantaraan Indonesia.
Menurut Deddy, masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya penetrasi informasi ke kalangan masyarakat luas, terutama generasi muda.
ADVERTISEMENT
“Yang jadi masalah tadi saat kita bincang-bincang ini adalah penetrasi ke khalayak ramai. Dan menurut beliau, penetrasi ke khalayak ramai yang paling sulit adalah bagaimana masuknya ke milenial dan Gen Z. Karena kalau milenial dan Gen Z tidak ngerti tentang apa yang kita punya, penyebarannya enggak ada,” kata Deddy.
Deddy berencana mengajak milenial, Gen Z, dan publik figur agar lebih mengenal PTDI dan produk-produk buatan dalam negeri.
“Jadi salah satunya juga nanti kita akan mengajak teman-teman dari milenial, dari Gen Z atau mungkin public figure untuk mengadakan tur ke sini untuk melihat apa sih yang kita punya. Dan mereka bisa berkreativitas dengan kemampuan mereka sendiri. Tapi harus dibuka kesempatan itu,” kata Deddy.
PTDI Buat N219 Buat Republik Demokratik Kongo
ADVERTISEMENT
Sementara Dirut PTDI Gita Amperiawan mengatakan, mulai 2025, PTDI sudah melakukan strategi dan proyek komersial. Bahkan dalam Indonesia African Forum, PTDI sudah berkontrak memproduksi N219 untuk DRC Kongo.
"Juga kita sudah menandatangani kontrak untuk kepulauan riau dengan salah satu operator kita, itu ada dua. Dan tentunya ini akan ada bergulir lagi khususnya untuk provinsi dalam konteks pengisian untuk penerbangan perintis," kata Gita.
"Karena pesawat kita ini rata-rata memenuhi sebagian besar spek daripada perintis kita, rata-rata runwaynya di bawah 1 kilo, kemudian banyak yang belum aspal, unpaved, apakah itu gravel ataupun itu rumput," tutur dia.
Gita menuturkan, pesawat N219 memang dirancang untuk melayani penumpang. "Itu selain memiliki dua engine yang lebih aman untuk menyeberangi lautan, kepulauan dan sebagainya sebagai penerbangan perintis," tutur dia.
ADVERTISEMENT