Kemhan Ungkap Riwayat Penyakit 5 Calon Manajer Kopdes: Obesitas-Pneumonia

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelatihan SPPI di Satdik IV-F Pusdikkav Cimahi. Foto: Dok. Bapanas
zoom-in-whitePerbesar
Pelatihan SPPI di Satdik IV-F Pusdikkav Cimahi. Foto: Dok. Bapanas

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen Ketut mengungkap kronologi sekaligus riwayat medis lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang meninggal dunia saat mengikuti pendidikan dasar.

Ketut mengatakan, setiap peserta memiliki kondisi kesehatan dan penyebab kematian yang berbeda-beda.

"Kelima peserta tersebut memiliki karakter dan kondisi medis yang berbeda-beda. Seluruh peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur, baik di fasilitas kesehatan satuan maupun rumah sakit rujukan," kata Ketut dalam konferensi pers di Kemhan RI, Jakarta, Sabtu (27/6).

Ia menjelaskan, sebelum mengikuti pendidikan, seluruh peserta telah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

"Dan seluruh peserta sebelumnya telah melalui pemeriksaan kesehatan seperti laboratorium darah, urine, tes kehamilan, rontgen toraks, EKG, USG abdomen, pemeriksaan mata, gigi, postur, dan kesehatan jiwa," ujarnya.

Sebagian peserta Diklat SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih, Juni 2026. Foto: Instagram/@kolatkoarmada1

Peserta pertama meninggal akibat henti jantung

Ketut menjelaskan, peserta pertama yang meninggal adalah almarhum Yonanda Muhammad Taufik dari Satdik Pusdiklatpur Kodiklatad Baturaja.

Pada Rabu (17/6), sekitar pukul 16.00 WIB, almarhum mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan dengan berjalan kaki bersama peserta lainnya.

Sekitar pukul 17.17 WIB, pelatih menemukan almarhum mengalami penurunan kesadaran. Tim kesehatan segera melakukan evakuasi ke pos kesehatan satuan sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit dr. Noesmir Baturaja.

Meski telah mendapat penanganan intensif, almarhum dinyatakan meninggal dunia pukul 18.33 WIB.

"Berdasarkan diagnosis dokter, penyebab kematian adalah cardiac arrest atau henti jantung," ujar Ketut.

Pelatihan SPPI di Satdik IV-F Pusdikkav Cimahi. Foto: Dok. Bapanas

Peserta kedua mengalami heat stroke

Korban kedua adalah almarhumah Anisya Musyarofah dari Satdik Dodik Kejuruan Rindam VI/Mulawarman Balikpapan.

Pada Kamis (18/6), sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, almarhumah mengeluhkan sesak napas dan mual sehingga langsung dibawa ke Pos Kesehatan Dodikjur sebelum dirujuk ke Rumah Sakit dr. R. Hardjanto Balikpapan.

Meski mendapatkan perawatan, kondisi korban terus memburuk hingga dokter menyatakan meninggal dunia pukul 19.00 WITA.

"Berdasarkan keterangan medis, penyebab kematian adalah heat stroke," jelasnya.

Peserta SPPI KDKMP dan KNMP meneriakkan yel-yel, Juni 2026 Foto: Instagram/@puskompetensi_bela_negara

Peserta ketiga didiagnosis infeksi paru

Korban ketiga yakni Novia Ramadani Sitorus dari Satdik Pusbahasa Kodiklat Angkatan Udara.

Pada Senin (22/6), korban datang ke unit kesehatan dengan keluhan batuk berdahak, sesak napas, dan demam. Setelah sempat menjalani terapi, keesokan harinya kondisinya memburuk dan dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa.

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami tuberkulosis paru aktif sehingga menjalani perawatan di ICU isolasi.

Meski telah dilakukan resusitasi jantung paru saat kondisinya menurun, korban dinyatakan meninggal dunia.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, almarhumah meninggal dunia akibat tuberkulosis," kata Ketut.

Namun, Tim Kesehatan (Puskes TNI) Letkol CKM Dr. Ikhsan menegaskan bahwa korban bukan mengidap penyakit TBC, melainkan Pneumonia atau infeksi paru.

"Tetapi kalau TBC yang kami sempat berdiskusi dengan ini, itu bukan TBC tapi adalah pneumonia atau infeksi paru-paru yang disebabkan oleh virus," kata Ikhsan.

Peserta Diklat SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan mengikuti upacara pembukaan diklat, Juni 2026. Foto: IG/@puskompetensi_bela_negara

Peserta keempat alami pneumonia disertai komplikasi

Korban keempat adalah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan dari Satdik Yonparako 465 Halim Perdanakusuma.

Pada Kamis (25/6), Rifki datang ke ruang kesehatan dengan keluhan sesak napas dan lemas. Setelah sempat membaik usai mendapat terapi oksigen, keluhan kembali muncul pada sore hari sehingga langsung dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Esnawan Antariksa.

Di rumah sakit, Rifki menjalani berbagai pemeriksaan hingga mendapatkan perawatan di ICU. Namun kondisinya terus memburuk dan dinyatakan meninggal dunia pada Jumat dini hari.

"Berdasarkan resume medis dan laporan khusus, penyebab kematian berkaitan dengan pneumonia atau infeksi paru-paru yang disertai komplikasi medis," ujar Ketut.

Ia menambahkan, hasil evaluasi medis juga menemukan adanya riwayat hipertensi dan obesitas pada peserta tersebut.

"Dalam riwayat kesehatan juga terdapat informasi mengenai hipertensi dan obesitas yang menjadi bagian dari evaluasi medis," katanya.

Pelatihan SPPI di Satdik IV-F Pusdikkav Cimahi. Foto: Dok. Bapanas
zoom-in-whitePerbesar
Pelatihan SPPI di Satdik IV-F Pusdikkav Cimahi. Foto: Dok. Bapanas

Peserta kelima sempat alami sesak napas

Korban terakhir adalah Nola Dya Sari dari Satdik Dodik Bela Negara Kalimantan.

Ketut menjelaskan, pada Jumat (26/6), almarhumah masih mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam kelas tanpa keluhan kesehatan.

Namun pada malam harinya, korban mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas sehingga segera dirujuk ke rumah sakit.

Saat menjalani penanganan lanjutan di RSUD Abdul Aziz Singkawang, korban mengalami henti jantung. Tim medis sempat melakukan resusitasi jantung dan tindakan kardioversi, tetapi nyawanya tidak tertolong.

"Sebelum mengikuti pendidikan, yang bersangkutan telah melalui tahapan seleksi kesehatan, seluruhnya dinyatakan memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku, dengan catatan kelebihan berat badan. Saat ini, hasil evaluasi medis terus didalami untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi yang dialami," tutup Ketut.

Berikut 5 nama calon manajer kopdes yang wafat saat diklatsar:

1. Yonanda Muhammad Taufiq

2. Anisa Muyassaroh

3. Novia Rahmadhani Sihotang

4. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan

5. Nola Dya Sari