Kemlu AS Panggil Dubes Malaysia, Minta Penjelasan soal Hubungan dengan Israel

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan berpidato dalam Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB, New York City, AS, Sabtu (27/9/2025). Foto: Charly Triballeau/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan berpidato dalam Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB, New York City, AS, Sabtu (27/9/2025). Foto: Charly Triballeau/AFP

Duta Besar Malaysia untuk Amerika Serikat (AS) Muhammad Shahrul Ikram Yaakob dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS. Pemanggilan itu terkait penjelasan mengenai posisi dan kebijakan Malaysia terhadap Israel.

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohammad Hasan pada Jumat (24/7) mengatakan, saat dipanggil Kemlu AS, pihaknya menjelaskan bahwa Malaysia tidak mengakui Israel. Menurut Hasan, kebijakan tersebut bukan hal baru.

"Itu akan terus menjadi kebijakan Malaysia. Kebijakan imigrasi Malaysia tidak mengakui Negara Israel atau rezim Zionis. Ini sudah menjadi posisi kami sejak dulu," ujar Hasan, seperti dikutip dari Reuters.

PM Malaysia Anwar Ibrahim berpidato di acara solidaritas untuk Palestina di Kuala Lumpur, Selasa (24/10/2023). Foto: Twitter/@anwaribrahim

Malaysia dikenal sebagai pendukung kemerdekaan Palestina. Negeri Jiran juga secara konsisten tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Perseteruan Malaysia dan AS bermula setelah komunitas pengembara digital Network School yang beroperasi di Malaysia diduga memiliki peserta asal Israel. Komunitas itu didirikan oleh investor asal AS, Balaji Srinivasan.

Berdasarkan dugaan tersebut, otoritas imigrasi Malaysia melakukan penyelidikan. Hasilnya, pihak berwenang menemukan seluruh peserta memiliki dokumen perjalanan yang sah.

PM Malaysia Anwar Ibrahim berpidato di acara solidaritas untuk Palestina di Kuala Lumpur, Selasa (24/10/2023). Foto: Twitter/@anwaribrahim

Meski demikian, pada Selasa (21/7), otoritas Malaysia tetap menutup Network School.

Di AS, perkembangan tersebut mendorong delapan anggota Kongres mengirim surat kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Mereka menyoroti dugaan upaya pemerintahan Perdana Menteri Anwar Ibrahim mendeportasi warga Israel yang berada di Malaysia.

Melalui surat itu, kedelapan anggota Kongres meminta Kemlu AS meninjau kembali hubungan keamanan dan ekonomi dengan Malaysia.