Kemlu Bakal Fasilitasi Pemulangan 2 WNI Pemancing yang Tewas di Jepang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah dalam agenda Press Briefing Perkembangan Isu Terkini Politik Luar Negeri di Gedung Palapa Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah dalam agenda Press Briefing Perkembangan Isu Terkini Politik Luar Negeri di Gedung Palapa Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, memberikan perkembangan kabar terkait tewasnya dua WNI yang sedang memancing di Jepang.

Kejadian nahas itu terjadi akibat hantaman ombak besar di tanggul pantai Kota Kashima, Prefektur Ibaraki, Jepang, pada Minggu (1/11).

Berdasarkan keterangan yang diterima, Heni Hamidah mengatakan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Selain dua korban jiwa, Heni mengungkapkan terdapat dua WNI yang berhasil selamat dari insiden tersebut.

Terkait kematian dua WNI itu, Heni memastikan pihaknya bersama KBRI Tokyo akan membantu proses pemulangan jenazah.

"KBRI Tokyo akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memastikan proses pengurusan dan pemulangan jenazah kedua WNI dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku," tutur Heni dalam keterangan tertulis kepada jurnalis pada Selasa (3/11).

Adapun menurut laporan, kedua jenazah WNI tersebut ditemukan oleh Japan Coast Guard pada Senin (2/11).

Kedua jenazah itu merupakan WNI berinisial TT dan MSP yang sebelumnya dinyatakan tewas akibat insiden hantaman ombak tersebut.

Selain memastikan proses pemulangan, Heni turut menyampaikan perkembangan terkait proses klaim asuransi bagi para WNI yang menjadi korban insiden itu. Dia mengatakan KBRI Tokyo telah menghubungi pihak terkait demi memastikan proses penerimaan asuransi.

Berdasarkan keterangan Heni Hamidah, KBRI Tokyo telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti Coast Guard, Kumiai, dan kepolisian, untuk memproses klaim asuransi para pemagang.

"Kementerian Luar Negeri c.q. KBRI Tokyo akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memastikan proses pengurusan dan pemulangan jenazah kedua WNI dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku," kata Heni.