Kemlu: Bantuan Negara Lain yang Diprioritaskan Adalah Transportasi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
A.M. Fachir (kiri) pada saat konferensi pers. (Foto: Helinsa Rasputri/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
A.M. Fachir (kiri) pada saat konferensi pers. (Foto: Helinsa Rasputri/kumparan)

Indonesia siap menerima bantuan dari sejumlah negara untuk penanganan gempa dan tsunami di Donggala hingga Palu, Sulawesi Tengah.

Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir mengatakan, bantuan yang paling dibutuhkan untuk para korban bencana di Sulteng antara lain dalam bentuk barang hingga peralatan penanganan gempa.

"Setidaknya ada tiga bentuk satu adalah dalam bentuk barang, dua adalah dalam bentuk keahlian expertise atau pelayanan, yang ketiga adalah peralatan," kata Fachir di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/10).

"Kita tadi menyampaikan kepada mereka, inilah kira kira yang kita perlukan. Kalau Anda ingin membantu, tolong kita dikasih tahu, Anda mau bantu yang mana," imbuhnya.

Fachir menjelaskan, selain tiga hal itu, pemerintah juga memprioritaskan bantuan berupa transportasi untuk mengantar bantuan ke warga Palu dan sekitarnya. Hal tersebut menurutnya menjadi prioritas agar wilayah yang terisolasi dapat segera memperoleh bantuan.

"Kita mengidentifikasi tiga itu tadi. Karena itu, salah satu yang juga prioritas adalah transportasi, mentransportasikan berbagai macam keperluan termasuk bantuan," terangnya.

Situasi Jalan Raya di Palu (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Situasi Jalan Raya di Palu (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Sebelumnya, Menkopolhukam Wiranto mengatakan saat ini setidaknya sudah ada 18 negara yang ingin memberikan bantuan untuk wilayah terdampak gempa dan tsunami di Palu. Bantuan ini dianggap bentuk dari partisipasi dan solidaritas negara-negara sahabat kepada Indonesia.

Bantuan akan difokuskan kepada kebutuhan yang paling mendesak yang dibutuhkan dalam upaya evakuasi dan pemulihan lokasi terdampak gempa.

"Ada 18 negara yang menawarkan bantuan untuk membantu, antaranya Amerika Serikat, Prancis, Ceko, Swiss, Norwegia, Hungaria, Turki, Australia, Korea selatan, Arab Saudi, Qatar, New Zealand, Singapura, Thailand, Jepang, India dan China," kata Wiranto.

Akses Terbatas ke Palu dan Donggala (Foto: Putri Sarah Arifira/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Akses Terbatas ke Palu dan Donggala (Foto: Putri Sarah Arifira/kumparan)