Kemlu Benarkan Meninggalnya Athaya di Austria saat Mendampingi Delegasi RI

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, dalam Press Briefing Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (6/3/2025). Foto: Tiara Hasna/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, dalam Press Briefing Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (6/3/2025). Foto: Tiara Hasna/kumparan

Kemlu angkat bicara terkait meninggalnya mahasiswa asal Indonesia Muhammad Athaya Helmi Nasution di Wina. Athaya meninggal usai mendampingi kunjungan anggota DPR dan pejabat lainnya.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, menyebut Athaya meninggal pada 27 Agustus 2025 lalu. Dia sudah menerima penyebab kematian Athaya.

"KBRI Wina telah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat dan diperoleh informasi bahwa berdasarkan hasil otopsi, almarhum meninggal karena dugaan kejang suspected seizure," kata Judha lewat keterangannya pada Selasa (9/9).

Judha menambahkan jenazah Athaya sudah kembali ke Indonesia. Pemulangan dibantu oleh KBRI Wina yang merupakan perwakilan Indonesia di Austria.

"Selain berkoordinasi dengan pihak keluarga, KBRI Wina juga telah memberikan bantuan kekonsuleran berupa pengurusan dokumen, koordinasi dengan otoritas setempat dan sekaligus pemulasaran jenazah bersama dengan Komunitas Islam Indonesia di Wina," papar Judha.

"Sesuai permintaan keluarga, jenazah almarhum telah dipulangkan ke Tanah Air pada tanggal 4 September 2025," sambung dia.

Judha kemudian memastikan, Athaya meninggal usai mendampingi delegasi RI. Tapi, Judha tidak mengungkap detail delegasi yang didampingi Athaya.

Itu berbeda dengan keterangan PPI Belanda. Dalam keterangannya pada Senin (8/9), Athaya meninggal usai mendampingi pejabat dari DPR, OJK, dan Bank Indonesia (BI) di Wina, Austria.

"Yang bersangkutan sedang bertugas mendampingi delegasi RI dalam rangkaian pertemuan dengan otoritas Austria. Sedangkan penugasan panitia yang berasal dari kalangan mahasiswa, keseluruhannya dikelola langsung oleh pihak EO dari Indonesia," jelas Judha.