Kemlu Iran Sebut Ledakan Pager di Lebanon Operasi Zionis & Agen Bayaran Israel

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jubir kementerian luar negeri Iran Nasser Kanaani. Foto: Kemlu Iran/via AP PHOTO
zoom-in-whitePerbesar
Jubir kementerian luar negeri Iran Nasser Kanaani. Foto: Kemlu Iran/via AP PHOTO

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, menyebut ledakan pager di Lebanon sebagai operasi teroris. Ia mengutuk aksi itu sebagai bentuk pembunuhan massal dan pelanggaran hukum humaniter internasional.

Dikutip dari Guardian, ini pernyataan lengkap Kemlu Iran:

"Operasi teroris [Selasa] di Lebanon dilakukan sebagai kelanjutan dari operasi gabungan rezim Zionis dan agen bayaran mereka. Operasi ini melanggar semua prinsip moral dan kemanusiaan, hukum internasional, khususnya hukum humaniter internasional, dan memerlukan penuntutan, pengadilan, dan hukuman pidana internasional.

Aksi teroris gabungan ini, yang sebenarnya merupakan bentuk pembunuhan massal, sekali lagi dengan jelas membuktikan bahwa rezim Zionis, selain melakukan kejahatan perang dan genosida terhadap rakyat Palestina, telah menempatkan perdamaian dan keamanan regional dan internasional dalam bahaya serius. Oleh karena itu, menghadapi aksi teroris rezim dan ancaman yang timbul darinya merupakan kebutuhan nyata, dan masyarakat internasional harus bertindak cepat untuk memerangi impunitas para pejabat kriminal Zionis."

Sejumlah orang mengibarkan bendera pada aksi bela Palestina di Teheran, Iran, Rabu (19/5). Foto: WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

Pemerintah Iran telah menjanjikan dukungan untuk Lebanon. Menurut laporan Al Jazeera, Bulan Sabit Merah Iran telah mengirim delegasi medis ke Beirut untuk membantu para korban luka.

Pengiriman bantuan medis dari Irak juga telah mendarat di Bandara Internasional Beirut. Sedikitnya 200 dari hampir 3.000 orang yang terluka dalam serangan itu dilaporkan kritis.

Ambulans dikerumuni orang-orang di pintu masuk American University of Beirut Medical Center ketika pager yang mereka gunakan untuk berkomunikasi meledak di seluruh Lebanon, menurut sumber keamanan, di Beirut, Lebanon, Selasa (17/9/2024). Foto: Anwar Amro/AFP

Merespons tragedi ini, Menteri Kebudayaan Lebanon Hakim Mohammad Wissam Al-Mortad juga mengeluarkan pernyataan melalui media sosialnya. Ia menyebut perlakuan Israel sebagai bukti permusuhannya terhadap kemanusiaan.

“Dalam perjuangan kita melawan musuh Israel, ada dua kebenaran: bahwa kejahatannya tidak terbatas, dan bahwa kemenangan kita tidak diragukan lagi akan datang.

Apa yang [Israel] lakukan kemarin memberikan bukti demi bukti tentang permusuhannya terhadap kemanusiaan, dan tentang kemampuan perlawanan untuk berdiri teguh di jalan menuju kemenangan. Hari-hari Israel sudah dihitung. Semoga Allah mengasihani para syuhada, menyembuhkan yang terluka, dan menghibur hati,” tutur Al-Mortad, seperti dikutip dari Guardian.