Kemlu: Kepulangan 9 WNI Relawan GSF Menunggu Proses di Istanbul

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah aktivis Global Sumud Flotilla yang dideportasi Israel telah tiba di Bandara Istanbul, Turki, pada Kamis (21/5) waktu setempat.  Foto: Ozan Kose/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah aktivis Global Sumud Flotilla yang dideportasi Israel telah tiba di Bandara Istanbul, Turki, pada Kamis (21/5) waktu setempat. Foto: Ozan Kose/AFP

Kementerian Luar Negeri belum bisa memastikan kapan sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla (GSF) pulang ke Indonesia. Saat ini, para relawan sudah berada di Turki.

Sembilan WNI itu ditangkap Israel saat berada dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Usai dibebaskan Israel, mereka dibawa terlebih dulu ke Turki.

"Untuk waktu kepulangan ke tanah air masih menunggu proses di Istanbul, yang pasti akan segera dipulangkan setelah prosesnya selesai," kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Henny Hamidah, Kamis (21/5).

Konjen RI di Istanbul bersama 9 relawan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0. Foto: Instagram/ @menluri

Terpisah, Konsul Jenderal RI Istanbul, Darianto Harsono, menyebut WNI yang ditahan di Israel sempat mengalami tindakan kekerasan. Meski demikian semuanya dalam kondisi sehat.

"Kami Konjen Republik Indonesia di Istanbul, alhamdulilah kami bersama 9 Saudara kita yang tergabung dalam misi GSF telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat. Walaupun mereka ada yang mengalami kekerasan fisik, ditendang, dipukul, disetrum," kata Darianto.

Aksi kekerasan terhadap WNI di Israel dikecam keras Menlu Sugiono. Dia menegaskan tindakan Israel berlawanan dengan kemanusiaan internasional.

"Indonesia kembali menekankan bahwa segala bentuk tindakan yang tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla oleh militer Israel merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan," kata Sugiono.