Kemlu Minta Bantuan Yordania-Turki soal WNI Ditangkap Israel
·waktu baca 2 menit

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pemerintah Indonesia meminta bantuan Yordania dan Turki untuk membantu komunikasi terkait sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
Sugiono menjelaskan langkah tersebut dilakukan karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik langsung dengan Israel. Sehingga, komunikasi harus dilakukan melalui negara lain yang memiliki jalur komunikasi dengan pemerintah Israel.
“Kita juga sudah minta bantuan dari teman-teman kita di Jordan (Yordania), di Turki, kemudian juga dari sumber-sumber lain ya,” kata Sugiono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).
“Rekan-rekan yang ada di negara-negara yang punya hubungan diplomatik dengan Israel untuk menyampaikan pesan ini,” lanjutnya.
Menurut dia, kedua negara tersebut dipilih karena memiliki jalur komunikasi langsung dengan Israel.
“Kita minta bantuan mereka, karena mereka punya jalur komunikasi di sana,” katanya.
Sugiono menegaskan pemerintah Indonesia terus berupaya agar para WNI yang ditahan dapat segera dibebaskan dan dipulangkan ke Indonesia. Namun, ia mengakui proses komunikasi saat ini menghadapi berbagai kendala.
“Kita sudah minta. Tadi keterbatasan komunikasi ini, makanya kita harus lewat pihak ketiga. Tapi kita terus melakukan koordinasi dan pemantauan setiap saat,” ujarnya.
Ia menyebut situasi komunikasi di lapangan cukup menantang karena tidak adanya jalur komunikasi terbuka antara Indonesia dan Israel.
“Karena situasinya juga situasi komunikasinya juga cukup menantang. Kita tidak punya jalur komunikasi yang terbuka,” kata Sugiono.
Selain meminta bantuan negara ketiga, pemerintah Indonesia juga menggandeng lembaga bantuan hukum HAM yang sebelumnya pernah menangani kasus serupa.
Sugiono mengatakan jalur hukum dan diplomasi melalui Yordania dan Turki akan terus digunakan untuk memastikan keselamatan para WNI yang ditahan.
“Jadi lewat jalur tersebut kita pakai, lewat jalur rekan-rekan kita yang di Yordania dan Turki kita pakai,” katanya.
Pemerintah Indonesia berharap proses penanganan kasus tersebut tidak berlangsung lama dan para WNI dapat segera kembali ke Tanah Air.
“Kita harapkan hal ini tidak berlangsung lama. Dan kita akan terus melakukan pengawasan serta tekanan terhadap situasi ini,” tegas Sugiono.
