Kemlu: Pembahasan Papua Nugini Jadi Anggota ASEAN Sudah Berlangsung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI Sidharto Reza Suryodipuro (kiri) dan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Abdul Kadir Jaelani (kanan) di Gedung Kementerian Luar Negeri, Rabu (22/10/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI Sidharto Reza Suryodipuro (kiri) dan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Abdul Kadir Jaelani (kanan) di Gedung Kementerian Luar Negeri, Rabu (22/10/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan

Kemlu RI memastikan rencana Papua Nugini (PNG) menjadi anggota ASEAN sedang dibahas. Hal itu Dirjen Kerja Sama ASEAN Kemlu RI, Sidharto Reza Suryodipuro, pada Rabu (22/10).

“Ada pembahasan, sudah berlangsung,” kata Sidharto di Gedung Kementerian Luar Negeri.

Menurut Sidharto, isu mengenai keanggotaan PNG sebenarnya sudah dibahas di tingkat pemimpin negara pada Mei lalu. Saat ini, prosesnya berlanjut di tingkat pejabat dan Menteri Luar Negeri ASEAN.

“Level leader sudah dibahas Mei kemarin. Makanya sekarang ada proses yang lagi berlangsung di level official, level menlu,” ujar Arto—sapaan Sidharto.

Ia menegaskan, proses ini akan berjalan panjang karena melibatkan konsultasi internal antarnegara ASEAN maupun antara ASEAN dan Papua Nugini sendiri.

“Di antara ASEAN itu ada konsultasi, antara ASEAN dan PNG juga ada konsultasi. Dalam pertemuan seperti ini, konsultasi itu cukup ekstensif,” tutur Arto.

Secara geografis, kata Arto, Papua Nugini merupakan bagian dari kawasan Asia Tenggara. Hubungan PNG dengan ASEAN juga sudah terjalin lama. Negara itu telah berstatus special observer sejak 1981 dan terlibat dalam sejumlah kegiatan ASEAN sejak 1976.

“Ada political will dari PNG. Presiden Prabowo sendiri waktu menyampaikan di summit, mengatakan bahwa perkembangan geopolitik dan geoekonomi dewasa ini perlu memperkuat hubungan ASEAN dengan PNG,” katanya.

Terkait posisi Indonesia, Arto menyebut bahwa Indonesia berperan aktif dalam proses pembahasan tersebut.

“Dalam proses di ASEAN, kita leading the process,” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengusulkan partisipasi Papua Nugini sebagai anggota penuh ASEAN. Ia menekankan bahwa semakin kuat ASEAN, maka semakin besar pula pengaruh kawasan ini dalam percaturan geopolitik global.

"Mereka juga telah menyatakan keinginan mereka untuk bergabung dengan ASEAN. Saya pikir dalam situasi ketidakpastian geopolitik saat ini, semakin kuat ASEAN, semakin banyak suara kami akan didengar dalam wacana negara-negara besar," ujarnya pidato di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-46 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (26/5) lalu.