Kemlu: Perobekan Al-Quran di Depan KBRI Tak Mendapat Perhatian Publik Belanda

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Edwin Wagensveld merobek Al-quran di depan Kedutaan Besar Turkisch di Den Haag, Belanda, pada Minggu (24/9/2023). Foto: Oscar Brak/NurPhoto via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Edwin Wagensveld merobek Al-quran di depan Kedutaan Besar Turkisch di Den Haag, Belanda, pada Minggu (24/9/2023). Foto: Oscar Brak/NurPhoto via Reuters

Perobekan Al-Quran terjadi di depan kedutaan negara berpenduduk muslim di Belanda, termasuk KBRI Den Haag, pada Sabtu (23/9). Pelaku aksi adalah Edwin Wagensveld.

Juru bicara Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan Wagensveld dikenal kerap beraksi serupa. Namun, aksi tersebut tidak lagi menjadi sorotan di Belanda.

"Pelaku adalah orang yang sama dengan tindakan penyobekan Al-Quran sebelum-sebelumnya," kata Iqbal kepada kumparan, Senin (25/9).

"Publik Belanda juga juga tampaknya sudah kehilangan ketertarikan. Makanya aksi tersebut tidak mendapat perhatian publik maupun media Belanda," sambung dia.

Dalam video yang beredar, aksi Wagensveld memang tampak sepi. Dia hanya ditemani dua rekannya. Sedangkan polisi memberikan penjagaan cukup ketat.

X post embed

Iqbal menambahkan, pihak KBRI akan menyampaikan protes kepada otoritas Belanda. Sedangkan Menlu Retno menyampaikan keprihatinan atas berulangnya kasus penistaan Al-Quran ke Menlu Belanda saat berjumpa di sela Sidang Majelis Umum PBB (UNGA) di New York.

Menlu RI Retno Marsudi bertemu Menlu Belanda Hanke Bruins Slot di New York, 22 September 2023. Foto: Twitter/@Menlu_RI

Wagensveld merupakan pemimpin Pegida (Patriotik Eropa Melawan Islamisasi Barat), kelompok garis keras yang rasialis, pada Sabtu, 23 September 2023.

Mengutip media Turki, Daily Sabah, Wagensveld merobek salinan Al-Quran di depan Kedubes Turki, Pakistan, dan Indonesia. Selain merobek, dia juga menghina Islam dan kaum muslimin.