Kemlu: Pulau Galang Salah Satu Lokasi Alternatif Perawatan Warga Gaza

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Luar Negeri RI Sugiono saat dijumpai di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (7/8/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri RI Sugiono saat dijumpai di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (7/8/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Kepala Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi menyebut Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemberian bantuan layanan pengobatan bagi sekitar 2.000 warga Gaza, yang rencananya akan dipusatkan di Pulau Galang. Namun, Menlu Sugiono mengatakan Pulau Galang menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan untuk pengobatan warga Gaza.

“Pak Presiden juga pada saat kunjungan ke beberapa negara GCC (Negara Teluk--red) waktu itu juga sudah menyampaikan bahwa Indonesia ini, kan, terbuka untuk merawat korban, ya, kan. Anak-anak, orang tua, wanita yang membutuhkan perawatan medis ke Indonesia dan dengan catatan semua pihak setuju waktu itu, kan,” ujar Sugiono kepada wartawan di Gedung Pancasila, Jakarta, Kamis (7/8).

Sugiono mengatakan, rencana merawat warga Gaza di Indonesia masih dalam pembahasan. Pemerintah saat ini menyiapkan berbagai kemungkinan supaya segera bertindak begitu mendapat persetujuan dari negara-negara Teluk.

"Oleh karena itu, kan, prosesnya, kan, masih berjalan. Jadi beliau sudah berbicara dengan beberapa pemimpin negara-negara Timur Tengah. Kemudian hal-hal yang sifatnya teknis juga, kan, harus kita persiapkan. Jadi sewaktu-waktu itu bisa dilaksanakan, ya, kita sudah siap dan ceritanya seperti itu," tuturnya.

Sugiono melanjutkan, dalam pembicaraan Prabowo dengan pemimpin negara Teluk, Indonesia menyatakan kesediaannya untuk merawat hingga 1.000 warga Gaza yang membutuhkan perawatan medis. Sugiono kembali menegaskan, rencana ini harus menunggu persetujuan pihak-pihak terkait di sana.

"Persetujuan dari negara-negara tetangganya langsung, kan. Yordania, Mesir, dan tentu saja Otoritas Palestina sendiri dan dalam rangka persiapan itu kita juga menyiapkan alternatif-alternatif lokasi di mana kita bisa menampung dan merawat mereka. Salah satunya, ya, alternatifnya Pulau Galang," jelasnya.

Sugiono mengatakan, Pulau Galang menjadi salah satu pertimbangan karena pernah dipakai untuk perawatan pasien COVID-19 di era pandemi.

Menlu Sugiono di Kantor Kemlu, Jakpus, Selasa (5/8/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

"Jadi infrastrukturnya sudah di sana. Kemudian kita masih juga lihat alternatif-alternatif lain," tuturnya.

Sementara terkait pendanaan hingga kementerian mana saja yang akan terlibat, Sugiono kembali mengatakan belum ada keputusan lebih lanjut. Demikian pula dengan jumlah tenaga kesehatan yang akan ditugaskan di Pulau Galang.

"Saya belum tahu, tapi dalam pikiran saya, ya, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, karena ini urusannya sama penyembuhan," ujarnya.

"[Jumlah nakes] itu terlalu jauh, deh. Belum detail, belum ada yang detail," lanjutnya.

Sugiono juga belum bisa memastikan apakah warga Gaza yang nanti dirawat di Indonesia akan diwajibkan kembali begitu masa pengobatannya selesai.

"Ke sini aja belum, kan," katanya lagi.

Ia kembali menekankan perawatan warga Gaza di Indonesia hanya akan dilakukan jika semua pihak menyatakan setuju, termasuk Otoritas Palestina dan negara-negara tetangga.

“Kita juga kalo bilang semuanya setuju, ya, kan. Semuanya setuju. Minimal Palestina Authority setuju, terus negara-negara tetangganya juga setuju,” pungkasnya.