Kemlu: RI Kecam Serangan ke Bandara Riyadh, Hentikan Aksi Balasan

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan sikap resmi Indonesia terkait penyerangan yang dilakukan Houthi terhadap Bandara Internasional King Khaled, Riyadh. Pemerintah prihatin dan mengecam aksi serangan tersebut.
"Pemerintah Republik Indonesia kembali menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik di Yaman dan serangan lintas batas, termasuk yang menargetkan sejumlah bandar udara di Arab Saudi," demikian keterangan Kemlu lewat akun X resminya, Senin (12/10).
Menurut Kemlu, serangan tersebut telah menyebabkan sejumlah orang menjadi korban jiwa dan korban luka. Serangan juga dinilai telah mengganggu operasional penerbangan sipil serta berisiko terhadap keselamatan penerbangan.
"Indonesia juga sangat prihatin atas meningkatnya korban warga sipil dan memburuknya situasi kemanusiaan di Yaman," ujarnya.
"Indonesia menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban dan berharap agar para korban luka dapat segera pulih," lanjut dia.
Karena itu, Indonesia mengecam aksi serangan yang terjadi, khususnya terhadap warga sipil.
"Indonesia mengecam keras segala bentuk serangan terhadap warga sipil dan objek sipil serta menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dari dampak konflik bersenjata," ungkapnya.
"Indonesia kembali mendesak seluruh pihak terkait untuk menghentikan serangan dan aksi balasan, menahan diri secara maksimal, serta memastikan seluruh tindakan sejalan dengan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional," tambah dia.
Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial seluruh negara di kawasan. Seluruh pihak terkait harus mengedepankan dialog dan diplomasi untuk meredakan ketegangan dan mencapai penyelesaian konflik secara damai.
