Kemlu: Sikap Vanuatu Tak Bersahabat, Indonesia Batasi Hubungan

kumparanNEWSverified-green

comment
32
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jubir Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jubir Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Indonesia merespons keras tindakan Vanuatu yang menyinggung dugaan pelanggaran HAM di Papua.

Tudingan tersebut disampaikan Vanuatu saat Sidang Majelis Umum PBB pekan lalu. RI telah memberikan hak jawab atas tuduhan Vanuatu.

Tidak cuma hak jawab, jubir Kemlu Teuku Faizasyah menegaskan Indonesia akan membatasi hubungan dengan negara Pasifik itu.

embed from external kumparan

"Sikap Vanuatu yang tidak bersahabat menyebabkan Indonesia membatasi tingkat hubungan bilateral antarnegara," kata Faizasyah kepada kumparan.

RI sampai saat ini tidak memiliki Kedubes di Vanuatu. Untuk urusan bilateral di Vanuatu dirangkap KBRI Canberra.

Sementara itu dalam hak jawab yang sampaikan Sekretaris Kedua PTRI New York Silvany Austin Pasaribu, Vanuatu diduga memiliki obsesi berlebihan dan tak sehat terhadap Pemerintahan RI.

embed from external kumparan
Diplomat Perwakilan Indonesia di PBB, Silvany Austin Pasaribu. Foto: Youtube/United Nation

“Saya bingung, bagaimana suatu negara dapat mencoba untuk mengajari negara lain sementara kehilangan inti dari seluruh prinsip dasar Piagam PBB?” kata Silvany.

Silvany juga mengatakan, Vanuatu sampai saat ini belum menandatangani konvensi internasional tentang penghapusan diskriminasi rasial.

"Bagaimana seseorang bisa berbicara tentang hak masyarakat adat ketika ia saja bahkan tidak menandatangani konvensi internasional tentang hak-hak ekonomi dan sosial budaya," lanjut Silvany.

kumparan post embed