Kemlu soal Nazwa Tewas di Kamboja: Ngaku Ada Masalah Keluarga, Tolak Dimediasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha. Foto: Kemlu RI
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha. Foto: Kemlu RI

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, bicara soal penanganan Kementerian Luar Negeri dalam kasus tewasnya Nazwa Aliya (19 tahun) di Kamboja.

Nazwa adalah remaja asal Kabupaten Deli Serdang, Sumut, yang mulanya mengaku hendak wawancara kerja di Kota Medan. Namun, dia tiba-tiba berada di Thailand dan berakhir meninggal dunia di Kamboja.

Judha mengatakan pihaknya sebenarnya sudah mendapat laporan dari keluarga soal keberadaan Nazwa di Kamboja sejak Mei 2025. Pihaknya langsung menghubungi Nazwa untuk memastikan keadaan Nazwa saat itu.

“Kasus ini berawal dari pengaduan keluarga NA ke Kementerian Luar Negeri pada bulan Mei 2025. Menindaklanjuti laporan tersebut, pada tanggal 31 Mei 2025 Kemlu telah berkomunikasi langsung melalui video call dengan NA,” kata Judha dalam keterangannya, Kamis (21/8).

Dalam komunikasi itu, Nazwa mengungkapkan meninggalkan Indonesia atas keinginannya sendiri karena ada permasalahan keluarga.

Lanniari (53), ibu Nazwa , gadis di Deli Serdang, Sumut, yang tewas di Kamboja. Foto: Istimewa

“Sesuai penjelasan, NA menyampaikan bahwa yang bersangkutan meninggalkan Indonesia atas keinginannya sendiri karena permasalahan keluarga yang sedang dihadapinya. NA pada saat itu pergi bersama seorang warga negara Inggris yang merupakan kenalan keluarga sejak di Indonesia,” sambungnya.

Judha mengatakan, pihaknya juga sudah menawarkan memediasi Nazwa dan keluarga. Namun, kata dia, mediasi ditolak.

“Kemlu telah menawarkan mediasi NA dengan keluarga, namun NA menolak dan meminta pemerintah menghormati pilihannya karena ia sudah dewasa, dapat mengambil keputusan sendiri, dan berpergian secara legal,” kata dia.

“Upaya penanganan ini telah disampaikan Kemlu kepada pihak keluarga di Indonesia,” sambungnya.

Kemudian pada Jumat (8/8), Nazwa dikabarkan menjalani perawatan di rumah sakit. Kondisinya pun memburuk hingga dikabarkan meninggal dunia.

“Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Phnom Penh akan terus berkoordinasi dengan otoritas Kamboja dan keluarga guna memastikan penanganan terbaik bagi almarhumah,” tuturnya.

Awal Mula Nazwa Pergi ke Medan dan Berakhir di Kamboja

kumparan post embed

Sebelumnya, Nazwa pergi dari rumah pada Kamis (29/5) sekitar pukul 4.30 WIB, meninggalkan ibunya yang masih tertidur. Namun malam sebelumnya, ia sudah pamit hendak wawancara kerja di salah satu bank swasta di Kota Medan.

Namun, ibu Nazwa memiliki firasat tak enak. Ia menghubungi Nazwa dan tiba-tiba saja Nazwa sudah di Thailand.

Saat di bandara di Thailand, Nazwa mengaku akan ditemui oleh pria bernama Chris yang merupakan teman ibu Nazwa saat di Malaysia. Katanya, ia akan melanjutkan perjalanan ke Kamboja.

Chris disebut akan membangun sebuah perusahaan di Kamboja. Namun, Lanniari bilang, hal tersebut belum dapat dipastikan.

Lanniari juga mengaku nomor ponselnya diblokir oleh Chris dan Nazwa, sehingga tak dapat berkomunikasi dengan keduanya.